Rekayasa Fotosintesis Mampu Tingkatkan Produktivitas Pangan

TrubusNews
Ayu Setyowati | Followers 0
08 Jan 2019   19:30

Komentar
Rekayasa Fotosintesis Mampu Tingkatkan Produktivitas Pangan

Ilustrasi fotosintesis. (Foto : Tus Buenas Noticias)

Trubus.id -- Tumbuhan memiliki kemampuan untuk mengubah sinar matahari menjadi makanan lewat proses fotosintesis. Meski sangat penting dan alami, sayangnya proses ini terbilang tidak efisien. Selain melakukan fotosintesis, tanaman juga harus berurusan dengan proses fotorespirasi yang secara signifikan mengurangi hasil panen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, para ahli telah merancang sebuah alternatif. Seperti dilaporkan jurnal Science, para ahli telah mengembangkan beberapa alternatif agar tanaman dapat melakukan proses fotorespirasi yang efisien dan tidak memakan energi.

Kombinasi gen dan promotor baru telah diuji pada 1.700 tanaman. Penelitian ini merupakan bagian dari studi bertema Realizing Increased Photosynthetic Efficiency (RIPE), sebuah proyek internasional untuk meningkatkan produktivitas pangan di seluruh dunia.

Baca Lainnya : Tarik Generasi Milenial ke Sektor Pertanian, Mahasiswa IPB Ciptakan Aplikasi VertixPlant

Butuh dua tahun untuk mereplikasi hasil, dan tim berhasil membuktikan bahwa tanaman rekayasa berhasil tumbuh lebih tinggi dan berkembang lebih cepat. Sekitar lebih dari 40 persen biomassa diproduksi, sebagian besar ditemukan pada batang tanaman yang lebih besar.

"Kalori yang hilang akibat fotorespirasi itu sebenarnya bisa untuk memberi makan sekitar 200 juta orang setiap tahunnya," kata peneliti utama Donald Ort, Profesor Robert Emerson dari Plant Science and Crop Science dalam pernyataan seperti dilansir IFL Science, beberapa waktu lalu. "Dengan mengembalikan sebagian kalori akan sangat membantu memenuhi kebutuhan makan manusia abad 21 yang berkembang pesat karena pertumbuhan populasi dan maraknya diet kalori tinggi," sambungnya.

Baca Lainnya : Dengan WIL, Petani Bisa Pelajari Perubahan Iklim untuk Kembangkan Pertanian

Fotorespirasi bukanlah hal buruk, hanya saja kurang efisien. Enzim Rubisco sangat penting untuk fotosintesis namun mampu menciptakan senyawa beracun bagi tanaman. Sebab itu, enzim Rubisco harus didaur ulang melalui fotorespirasi yang menghabiskan energi.

"Proses tersebut menghabiskan energi dan sumber daya tanaman yang sebenarnya dapat diinvestasikan dalam fotosintesis agar bisa tumbuh lebih tinggi dan menghasilkan cadangan makanan lebih banyak," kata ahli biologi molekuler Paul South.

Diperkirakan, butuh sekitar satu dekade untuk merekayasa tanaman pangan pokok dan mendapat persetujuan. Para ahli juga sedang berupaya memastikan bahwa petani di Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara dapat mengakses semua terobosan ini dengan mudah. [RN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: