Hunian Sementara Bagi Korban Tsunami di Lampung Segera Dibangun

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Jan 2019   12:00 WIB

Komentar
Hunian Sementara Bagi Korban Tsunami di Lampung Segera Dibangun

Bagunan rumah warga hancur usai terjangan tsunami selat sunda (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hunian sementara (huntara) bagi korban tsunami Selat di Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung, akan segera dibangun. Proses pembangunan hunian sementara itu akan dibantu oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Tsunami.

Pembangunan akan segera dilakukan mengingat sampai saat ini, ratusan warga masih berada di posko-posko pengungsian karena rumahnya hancur oleh terjangan tsunami.

"Kita membangun hunian sementara bagi para pengungsi korban tsunami Selat Sunda yang ada di Desa Kunjir (Kecamatan Rajabasa)," demikian pernyataan tertulis Kepala Penerangan Korem 043/Garuda Hitam Mayor CZI Made Arimbawa di Bandar Lampung, Selasa (8/1).

Pihaknya mengatakan, pembangunan huntara dikerjakan oleh gabungan prajurit TNI dalam Satgas Tsunami, yaitu anggota Kodim 0427/Way kanan, anggota Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, anggota Kodim 0422/Lampung Barat, dan anggota Kodim 0421/Lampung Selatan serta para relawan lainnya.

Baca Lainnya : Anak-anak Penyintas Tsunami Selat Sunda Terkena Penyakit ISPA dan Diare

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pembangunan huntara agar para pengungsi bisa tidur dengan nyenyak dan terhindar dari dinginnya malam, hujan, serta panas matahari.

"Jadi kita bersama-sama membangun rumah sementara di sini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi para pengungsi yang ada di Desa Kunjir, Kalianda, Lampung Selatan," sambung Made.

Huntara akan dibangun 20 unit bagi para pengungsi di Desa Kunjir dan Desa Banding.

Baca Lainnya : Sumbar Butuh 600 Alat Peringatan Dini Tsunami

"Sehingga para pengungsi dapat tinggal dengan layak di rumah hunian sementara yang telah disediakan," ujar Made menambahkan.

Selain mendirikan hunian sementara, kata dia, TNI juga membangun fasilitas berupa tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK), serta menyiapkan tandon air bersih yang dapat digunakan para pengungsi untuk beraktivitas sehari-hari.

Pembangunan MCK, dikatakan Made, agar tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan serta menjaga kebersihan karena penyakit bisa datang dari mana saja. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan: