Bantu Dongkrak Harga, Kemenhub Akan Serap Karet Lokal untuk Campuran Aspal

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
07 Jan 2019   21:30

Komentar
Bantu Dongkrak Harga, Kemenhub Akan Serap Karet Lokal untuk Campuran Aspal

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sudah beberapa waktu belakangan, harga karet mengalami penurunan. Dari yang biasanya laku dijual antara Rp10.000 - 15.000 per kilogram (Kg) nya, harga karet sempat turun diangka Rp3.000 hingga 4.000 per kg. 

Dampak anjloknya harga karet ini, banyak petani di sentra-sentra penghasil karet yang merugi. Untuk itu, pemerintah berencana menyerap karet hasil produksi mereka.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiadi mengatakan, rencananya Kemenhub akan menyerap 2.000 ton karet petani lokal untuk dicampur dalam aspal. Langkah ini dilakukan untuk mengerek naik harga karet yang tengah jatuh.

Baca Lainnya : Harga Karet dan Sawit Anjlok, Jokowi Imbau Petani Tanam Petai dan Jengkol

Budi menjelaskan, penggunaan aspal yang dicampur karet akan dilakukan di beberapa daerah produksi karet seperti Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Dengan begitu, diharapkan harga karet bisa meningkat.

"Kita akan angkat, jadi harga karet akan naik terutama di beberapa sentra karet di Indonesia Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyarakat," jelas Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/1).

Menurut data yang ia terima, jalan yang akan menggunakan aspal karet ada sepanjang 93,66 kilometer (km). Adapun, dari total panjang banyaknya penggunaan ada sebanyak 2.542,20 ton untuk perbaikan atau tambalan jalan rusak.

Baca Lainnya : Harga Turun, Jokowi Akan Borong Karet Langsung dari Petani dengan Harga Tinggi

"Itu kilometernya 93,66 (km) yang akan dibutuhkan jalan penyerapan karet. Itu biasanya untuk overlay (tambalan), jadi untuk perbaikan saja," sambungnya.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (Ilmate), Achmad Sigit mengatakan karet yang akan dicampurkan ke dalam aspal ada sebanyak 8%. Untuk memproduksi itu, pihaknya menyiapkan tiga inovasi untuk memproduksi aspal karet, yakni dengan campuran karet dari lateks, masterbatch, dan sekat.

"Bakal menyerap (karet) 7-8% dari kebutuhan aspal. Itu kita pakai tiga teknologi, inovasi menggunakan lateks (cairan kental berbahan dasar karet), kemudian masterbatch (komponen karet), kemudian ada yang pakai sekat (komponen karet)," ungkap dia. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: