Siaga, Gunung Karangetang Semburkan Lava Pijar Bergemuruh

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Jan 2019   12:00

Komentar
Siaga, Gunung Karangetang Semburkan Lava Pijar Bergemuruh

Gunung Karangetang, Sulawesi Utara (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pos Pengamatan Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, melaporkan status Gunung Karangetang berada pada level 3 (siaga).

Seiring meningkatnya status, Gunung Karangetang mengeluarkan guguran lava pijar ke arah Kali Batuare sekitar 1.000-2.000 meter. Selain itu, suara gemuruh lemah sesekali terdengar, sejak Minggu (6/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Bob Wuaten membenarkan kondisi tersebut.

Baca Lainya: Aktivitas Tremor Gunung Soputan Berangsur Normal, Warga Dilarang Beraktivitas

"Sejak 20 Desember 2018, status Gunung Api Karangetang menjadi Siaga," demikian disampaikan Bob di Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (7/1/9).

Selain itu, pihaknya juga melaporkan erupsi terjadi setiap 30 sampai 60 menit dengan diingiringi suara gemuruh dan lava pijar.

 Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat secara visual gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

"Kegempaan guguran terjadi 11 kali, amplitudo 5-10 milimeter, durasi 45-60 detik. Sedangkan embusan 12 kali, amplitudo 10-32 milimeter, durasi 35-60 detik. Terasa 5 kali, amplitudo 50-52 milimeter, S-P 15 detik, durasi 375-450 detik, skala I-III MMI," ujar anggota Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Didi Wahyudi P Bina, melalui keterangan tertulis, Senin (7/1).

Lebih jauh pihaknya mengungkapkan, aktivitas tektonik jauh terjadi 18 kali, amplitudo 10-52 milimeter, S-P 15 detik, durasi 75-450 detik.

"Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-2 milimeter (dominan 0,5 mm)," ujar Didi.

Baca Lainnya: Pantau Merapi, Jonan Pastikan Jogja Aman untuk Liburan Natal dan Tahun Baru

Pihaknya juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah 2 (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah selatan) ke arah utara-timur-selatan-barat dan radius 3 kilometer ke arah barat laut.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada oleh adanya potensi hujan lahar dingin.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar Gunung Karangetang mempersiapkan masker untuk mengurangi dampak masalah kesehatan saat terjadi hujan abu.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: