Sumut Remajakan 1100 Hektare Pertanaman Kopi di Tahun 2019

TrubusNews
Thomas Aquinus
07 Jan 2019   11:30 WIB

Komentar
Sumut Remajakan 1100 Hektare Pertanaman Kopi di Tahun 2019

Kopi Indonesia (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Sebagai salah satu komoditas perkebunan prioritas di Sumatera Utara (Sumut) serta peminatnya yang semakin banyak, perlu adanya upaya yang bisa mendukung produktifitas kopi. Salah satunya adalah dengan peremajaan 1100 hektare tanaman kopi di tahun 2019. 

Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawaty mengatakan, peremajaan kopi seluas 1100 hektare tersebut berada di beberapa kabupaten, seperti Karo 100 hektare, Mandailing Natal (Madina) 100 hektare dan Humbang Hasundutan (Humbahas) 800 hektare. 

"Peremajaan kopi didukung dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Angka tersebut berdasarkan pengajuan pemerintah kabupaten yang mengirimkan e-proposal secara langsung ke pusat," kata Herawaty, Senin (7/1). 

Baca Lainnya : Lereng Merapi Jadi Sentra Perkebunan Kopi Baru di Jogja

Posisi Dinas Perkebunan Sumut dalam hal tersebut sifatnya memverifikasi kesesuaian dan pencadangan lahan dengan komoditasnya. Sedangkan pemerintah kabupaten langsung ke pusat mengirimkan e-proposal. 

"Kabupaten lain yang mau ada peremajaan, sebaiknya melakukan hal yang sama seperti itu," ujarnya. 

Tidak hanya peremajaan, di tahun 2019 juga ada perluasan lahan kopi di Tapanuli Utara (Taput) dan Toba Samosir (Tobasa) masing-masing 150 hektare. 

"Dengan adanya peremajaan, perluasan lahan, apalagi beberapa kabupaten sudah memiliki Sertifikat Identifikasi Geografis (SIG), dan adanya kebun benih sumber kopi di Tobasa, Taput dan Humbahas seluas 3 hektare, produksi dan kualitas kopi Sumut juga meningkat lebih baik lagi," terangnya. 

Baca Lainnya : Turis dari 9 Negara Blusukan di Perkebunan Kopi Bondowoso

Berdasarkan Data Statistik Perkebunan 2017 dari Dinas Perkebunan Sumut, perkebunan rakyat untuk kopi Arabika seluas 70.199,92 hektare dengan produksi 55.155,09 ton. Berbeda dari kopi Arabika, kopi robusta ditanam rakyat dan perkebunan besar swasta nasional (PBSN).

Dari data statistik tersebut  tercatat, kopi robusta seluas 18.942,17 hektare dengan produksi 8.484,72 ton. Ditambah dengan pertanaman kebun milik PBSN seluas 1.098,96 hektare dengan produksi  904,67. Jika ditotal, luas kebun robusta seluas 20.041,13 hektare dengan produksi 9.389,3 ton.

Dari data yang sama, kopi robusta ditanam di 15 kabupaten dengan rincian, 1.537,15 hektare tanaman belum menghasilkan (TBM), 10.828,95 hektare tanaman menghasilkan (TM), dan 6.576,07 hektare tanaman tua menghasilkan (TTM). 

Kopi robusta dibudidayakan oleh 21.799 kepala keluarga (KK). Sementara kopi arabika ditanam di 12 kabupaten dengan rincian 14.704,22 hektare (TBM), 51.195,84 hektare (TM) dan 4.299,86 hektare (TTM). Kopi Arabika dibudidayakan 111.487 kepala keluarga (KK). [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: