Awal Tahun DBD Merebak di Banyumas

TrubusNews
Thomas Aquinus
07 Jan 2019   08:00 WIB

Komentar
Awal Tahun DBD Merebak di Banyumas

Fogging di Banyumas (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Awal tahun 2019 penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai merebak di wilayah Kabupaten Banyumas. Meski pada awal tahun hingga menjelang akhir tahun 2018 kasus DBD tercatat sangat sedikit, namun saat pergantian tahun kasus DBD mulai terjadi peningkatan.

"Hal ini terkait dengan perubahan cuaca dimana menjelang akhir tahun, curah hujan mulai tinggi," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Bupati meminta masyarakat mulai menggiatkan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Bahkan sehari sebelumnya, Bupati memimpin langsung kegiatan PSN di Desa Pandak Kecamatan Baturraden, karena jumlah warga yang terjangkit DBD tergolong cukup tinggi.

Baca Lainnya : Kerja Kader Jumantik Tidak Maksimal, Ancaman DBD Semakin Tinggi

"Musim hujan seperti sekarang menyebabkan banyak media apa pun yang berupa cekungan menjadi terisi genangan air. Hal ini yang menyebabkan nyamuk penyebar DBD mudah berkembang biak," ujarnya.

Dikatakannya, pencegahan penyebaran penyakit DBD tidak hanya bisa dilakukan oleh dinas kesehatan saja, namun memerlukan peran serta dari seluruh masyarakat.

Kades Pandak, Rasito, mengungkapkan saat ini sudah ada 27 warga desanya yang diduga terjangkit DBD. Merebaknya kasus tersebut, berlangsung sejak sepekan terakhir.

''Dari 27 warga yang diduga terjangkit DBD, sebanyak 16 orang dirawat di RS. Sedangkan lainnya, dirawat di rumah dan kondisinya saat ini sudah mulai membaik,'' ujarnya.

Baca Lainnya : Musim Hujan, Risma Targetkan Tak Ada Penyakit DBD di Surabaya

Sementara itu, Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto menyatakan, terkait kasus DBD yang terjadi di Desa Pandak, pihaknya sudah melakukan fogging untuk membasmi nyamuk dewasa.

"Namun fogging saja tidak cukup. Kami minta warga untuk mengaktifkan kegiatan PSN, karena cara paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah dengan cara PSN," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banyumas telah mengeluarkan surat edaran yang meminta jajaran petugas medis dan paramedis di puskesmas untuk mewaspadai penyebaran DBD. Termasuk pada petugas promosi kesehatan dan surveilan, diminta untuk mengintensifkan penyuluhan mengenai kemungkinan penyebaran penyakit ini dan membangkitkan kembali kegiatan PSN.

Selain mengeluarkan surat edaran pada puskesmas, Sadiyanto juga menyebutkan telah mendorong Sekretariat Daerah Banyumas mengeluarkan edaran serupa. Surat edaran dari sekda ini ditujukan kepada para camat dan kades yang intinya meminta warga masyarakat menggiatkan kembali kegiatan PSN. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: