Dua Status Berbeda untuk Wilayah Terdampak Tsunami Selat Sunda

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Jan 2019   08:00

Komentar
Dua Status Berbeda untuk Wilayah Terdampak Tsunami Selat Sunda

Dampak tsunami selat sunda (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur Banten, disepakati bahwa masa tanggap darurat akan dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6 Januari 2019 hingga 6 Maret 2019.

"Penanganan darurat masih dilakukan. Sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya. Mereka adalah pengungsi yang rumahnya tidak rusak," ujar Sutopo.

Hingga Sabtu (5/1), pascatsunami yang melanda Banten tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

Data dari BNPB menyebutkan, di Kabupaten Pandeglang terdapat 296 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 7.972 orang mengungsi. Sebanyak 1.071 rumah rusak berat dan rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan.

Baca Lainnya : Letusan Tipe Stombolian Gunung Anak Krakatau Tidak Menimbulkan Tsunami

"Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara (huntara)," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/1).

Sementara itu, saat ini kebutuhan huntara dibutuhkan untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan. Huntara diperlukan para pengungsi untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman.

Setidaknya dibutuhkan waktu selama dua bulan untuk membangun huntara sebelum dilakukan pembangunan hunian tetap yang waktunya lebih panjang.

Dalam proses pengerjaannya, Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara. Sementara itu, pembangunan huntara akan dilakukan oleh TNI.

Baca Lainnya : Pemakaman Massal Korban Tsunami Selat Sunda Tak Bernama 

Di Kabupaten Lampung Selatan masa tanggap darurat juga diperpanjang selama dua pekan yaitu 6 Januari 2019 hingga 19 Januari 2019. Saat ini korban tsunami di Lampung Selatan tercatat 120 orang meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi.

"Sebanyak 543 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan. Sesuai kesepakatan dan rapat koordinasi tidak ada pembangunan huntara di Lampung Selatan. Namun dengan pembangunan hunian tetap untuk relokasi," ujar Sutopo.

Dijelaskan, saat ini sudah tersedia lahan seluas dua hektare untuk pembangunan hunian tetap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PUPR akan melakukan land clearing, Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain dan rencana anggaran. Sementara itu, Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan huntap dan fasilitasnya dalam relokasi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: