Badai Terburuk dalam 30 Tahun Terakhir, Luluhlantahkan Thailand Selatan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
05 Jan 2019   17:00

Komentar
Badai Terburuk dalam 30 Tahun Terakhir, Luluhlantahkan Thailand Selatan

Badai Pabuk landa Thailand Selatan, Jumat (4/1). (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jumat (4/1) siang kemarin, sebagian wilayah Thailand luluh lantah diterjang bencana. Angin dan hujan karena badai tropis Pabuk terparah sejak 30 tahun terakhir itu awalnya menghantam Thailand selatan.

Akibat kejadian itu, banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga di pemukiman yang terletak di Provinsi Nakhon Si Thammarat. Tak berhenti sampai di situ, badai bergerak menghantam kawasan wisata di kepulauan Koh Samui, Koh Tao dan Koh Phangan.

Paling tidak dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup dan layanan feri dihentikan sementara. Para wisawatan yang terjebak di Koh Samui mengatakan kepada BBC bahwa pulau tersebut mengalami hujan deras, angin kencang dan ombak besar, serta mati listrik.

Baca Lainnya : Queensland Terancam Badai Owen, Kecapatan Capai 200 Kilometer per Jam

Penduduk juga mengatakan mereka diminta tetap di dalam rumah setelah pukul 16:00 sampai Sabtu (5/1) pagi.

"Saya berbicara dengan warga asing semalam dan mereka tidak ketakutan, mereka memahami keadaaan," kata Krikkrai Songthanee, kepala daerah Koh Phangan, yang terkenal sebagai tempat diadakannya pesta meriah, lapor kantor berita AFP.

Baca Lainnya : Badai Salju Kembali Landa AS, Tiga Warga Tewas dalam Bencana Ini

Dia mengatakan terdapat 10.000 turis yang masih berada di pulau itu.Pusat badai tropis melewati Nakhon Si Thammarat, ke arah selatan dan diperkirakan akan melemah di atas provinsi Surat Thani.

"Tetapi semua kepulauan wisata di Teluk Thailand termasuk Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao akan terkena pengaruhnya karena badai Pabuk sangat kuat," kata pimpinan kantor meteorologi Phuwieng Prakhammintara.

Seorang nelayan dilaporkan meninggal pada hari Jumat (04/01) pagi di provinsi Pattani, dekat perbatasan dengan Malaysia karena kapalnya ditelan ombak. Kementerian Luar Negeri Inggris meminta warganya untuk hanya melakukan perjalanan jika memang diperlukan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: