Jaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Riau Distribusikan 150 Ton Beras Per Hari

TrubusNews
Syahroni
04 Jan 2019   18:30 WIB

Komentar
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Riau Distribusikan 150 Ton Beras Per Hari

Ilustrasi beras Bulog. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Dalam beberapa hari kedepan, Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau dan Kepulauan Riau akan melakukan operasi pasar untuk menekan harga beras, khususnya beras premium, yang kian melambung tinggi. Bulog sudah mulai memasok 150 ton beras tiap hari untuk Riau dan Kepri agar stabilitas harga tetap terjaga serta terjangkau.

Menurut Kepala Bulog Divre Riau-Kepri, Abdul Muis, operasi pasar ini merupakan kerjasama antara Satgas Pangan Riau di bawah komando Polda Riau dan Dinas Perdagangan. Ratusan ton beras itu akan disalurkan ke Rumah Pangan Kita (RPK), baik yang ada di Kota Pekanbaru ataupun kabupaten lainnya.

"Kemarin sudah mulai didistribusikan, semoga pasokan beras medium terjaga untuk masyarakat dan terjangkau," kata Muis di Pekanbaru, Jum'at (4/1).

Baca Lainnya : Jokowi: Harga Beras Stabil, Daging Ayam Perlu Perhatian

Menurutnya, RPK dalam bentuk toko penjual kebutuhan pokok ini sudah dibangun di sejumlah pasar tradisional. Pedagang tradisional juga tidak keberatan dengan keberadaan RPK ini.

Tahun sebelumnya, tambah Muis, operasi pasar serupa sudah dilakukan. Hanya saja jumlahnya tidak sebesar tahun ini, di mana tahun lalu Bulog hanya menyuplai 17 ton per harinya.

"Silahkan masyarakat datang ke RPK, harganya lebih terjangkau," ucap Muis.

Muis menjelaskan, beras medium Bulog diecer Rp 8600 per kilonya. Sementara pada Harga Eceran Tinggi (HET) ditingkat pasarnya, beras dengan kualitas sama Rp 9950 ribu.

"Jadi beras yang akan kita ecer nanti masih berada dibawah harga Rp10 ribu. Artinya harga ini jauh dibanding eceran HET," sebut Muis.

Baca Lainnya : Hindari Impor, Bulog Pastikan Kebutuhan Beras Tercukupi pada 2019

Selain pasokan ini, Muis menyebut pihaknya bersama Polda Riau serta instansi yang tergabung dalam Satgas Pangan akan terus memantau serta mengawasi harga pangan di sejumlah pasar tradisional. Muis tak ingin harga beras ini diselewengkan.

"Jangan sampai harga di pasaran melebihi harga yang telah ditentukan. Sementara itu, berapa pun yang dibutuhkan masyarakat terhadap permintaan beras, tetap kami penuhi," tegas Muis. 

Dengan operasi ini, Muis berharap tahun ini tidak terjadi lonjakan harga. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu yang bisa mempengaruhi ketersediaan beras dan pangan lainnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: