Pancaroba Tiba Lebih Awal, Kawasan Pesisir Riau Mulai Terancam Karhutla

TrubusNews
Syahroni
03 Jan 2019   21:00 WIB

Komentar
Pancaroba Tiba Lebih Awal, Kawasan Pesisir Riau Mulai Terancam Karhutla

Musim pancaroba yang tiba lebih awal di Riau membuat kawasan pesisir wilayah itu rawan karhutla. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Sebagian besar wilayah di Provinsi Riau saat ini sudah melewati puncak musim hujan. Perlahan, musim kemarau mulai datang. Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cukup dirasakan warga.

Yah, sudah beberapa hari belakangan, cuaca sangat terik sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Potensi terjadinya karhutla juga semakin meningkat dengan ulah orang tak bertanggung jawab yang membuka kebun dengan cara membakar.

Untuk saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebut, wilayah pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti, sangat kecil curah hujan. Tak ayal Karhutla terus mengintai di awal tahun ini.

Baca Lainnya : Karhutla di Rokan Hilir, Warnai Awal Tahun 2019 di Riau

"Cuaca di sana cukup panas dan kering," terang Staf Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Mia Fadillah di Pekanbaru, Kamis (3/1).

Mia mengatakan, Provinsi Riau saat ini dalam peralihan cuaca atau pancaroba dari musim penghujan ke musim kemarau. Wilayah pesisir seperti yang disebutkan di atas menghadapi musim kemarau lebih cepat dibanding wilayah lainnya.

Dia memprakirakan musim kemarau akan terus bergeser ke wilayah lainnya di Provinsi Riau dan sepenuhnya memasuki musim kering pada akhir Januari mendatang.

Baca Lainnya : Karhutla Riau Lahap 5.776,46 Ha Lahan, Status Siaga Dicabut

"Minimnya curah hujan di wilayah Riau berdampak pada mengeringnya lahan gambut, terutama di wilayah pesisir," ungkap Mia.

Sebagai contoh, awal tahun ini Kabupaten Rokan Hilir mulai terjadi Karhutla, di mana 15 hektare lahan gambut terbakar hebat dan hingga kini masih dalam proses pemadaman. Petugas gabungan masih berada di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, karena api masih membara akibat sulitnya sumber air.

"Kebakaran lahan di Rokan Hilir akibat minimnya hujan yang terjadi sepanjang satu dasarian (10 hari) terakhir," katanya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Akuaponik

Inovasi   06 Agu 2020 - 14:10 WIB
Bagikan:          
Bagikan: