Polisi Segel 15 Hektar Lahan Gambut yang Terbakar

TrubusNews
Karmin Winarta
03 Jan 2019   14:30 WIB

Komentar
Polisi Segel 15 Hektar Lahan Gambut yang Terbakar

Lahan gambut, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepolisian Resort Rokan Hilir, tepatnya Polsek Tanah Putih bergerak cepat mengusut kebakaran 15 hektar lahan gambut pada awal tahun 2019 ini. Lokasi yang sudah mengepulkan asap ke udara itu sudah disegel dengan diberi garis polisi.

Kapolsek Tanah Putih Komisaris L Simatupang menegaskan, lahan tidak boleh dimasuki selama penyegelan berlangsung. Lokasi itu juga tidak boleh diolah karena diduga sengaja dibakar untuk membuka kebun.

"Selama dipasangi garis polisi lahan ini dalam penyelidikan, tidak boleh diolah," kata Simatupang dihubungi dari Pekanbaru, Kamis (3/1/2019) pagi.

Kapolsek menjelaskan, kebakaran masih terjadi dan sulit dikendalikan karena struktur gambut sudah kering. Sementara itu, kedalaman gambut membuat api cepat mengendap ke bawah hingga petugas hanya memadamkan atasnya saja.

Baca Lainnya: Pelaku Usaha Perkebunan Diminta Jalankan Kewajiban Pemulihan Gambut

Begitu ada hembusan angin kencang, bara api di dasar gambut kembali memantik api dan mengeluarkan asap. Di lokasi petugas juga kesulitan mendapatkan sumber air dan alat digunakan seadanya 

"Rencananya hari ini membuat sumur agar sumber air dekat dengan petugas," ucap Kapolsek.

Selain menunggu sumber air ada, petugas gabungan mulai dari TNI, Polri hingga Manggala Agni membuat blok api agar terlokalisir dan tidak menyebar ke lahan sebelah. 

"Karena kering gambutnya jadi cepat menyebar, blok bisa meminimalisir meski tak bertahan lama," sebut Kapolsek.

Simatupang menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan lahan milik perorangan tapi sang empunya tidak berada di daerah itu. Kepala desa sudah diminta mengecek lokasi tinggal pemilik untuk dimintai keterangan.

Baca Lainnya: Restorasi 594.231 Hektare Lahan Gambut di Sumsel Selesai 2020

"Lahan ini sebagiannya semak belukar, ada yang kosong juga, dan ada yang sudah ditanami nanas," sebut Simatupang.

Sebelumnya, Kepala BPBD Riau Edward Sanger menyebut kebakaran ini terjadi tepat saat tahun berganti. Diapun mengaku sempat kaget karena sudah beberapa bulan tidak ada kebakaran lahan di Riau karena sedang puncaknya musim hujan.

"Harus segera investigasi, siapa pelakunya. Lahannya punya siapa sebelum banyak kebakaran. Jangan sampai nanti meluas ke lahan yang lain," pintanya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: