Bayi Harimau Sumatera di TMSBK Bukit Tinggi Mati, BKSDA Gelar Investigasi

TrubusNews
Syahroni
03 Jan 2019   08:00 WIB

Komentar
Bayi Harimau Sumatera di TMSBK Bukit Tinggi Mati, BKSDA Gelar Investigasi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Baru melihat dunia selama 16 hari, bayi Harimau Sumatera (Pantera tigris sumatrae) yang lahir di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan sudah dalam kondisi mati. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Erly Sukrismo mengatakan, bayi harimau betina itu ditemukan mati dengan kondisi tubuh sudah kaku, Kamis (27/12) pagi.

Tim BKSDA Sumbar yang mendapat laporan tersebut kemudian melakukan investigasi. Hasilnya diketahui, bayi harimau itu mati akibat penyakit kembung di bagian perutnya atau tympani.

Baca Lainnya : Sepasang Harimau Benggala di Kebun Binatang Semarang Lepas dari Kandang

Menurut Erly, tympani yang menyebabkan gangguan serius pada pencernaan bayi harimau tersebut hingga satwa langka itu meregang nyawa. Ia menyebut, bayi harimau tersebut diketahui mati pada Kamis, (27/12) dini hari sekitar pukul 04.45 WIB. Namun, baru diketahui petugas TMSBK pada pukul 06.00 WIB. 

"Ditemukan dalam kondisi sudah kaku. Bayi harimau betina ini lahir bersamaan dengan bayi jantan pada Minggu 16 Desember 2018 lalu," kata Erly, Rabu (2/1).

Meski hasil diagnosa kematiannya disebabkan oleh tympani, pihaknya masih meminta tim medis untuk melakukan kajian mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian bayi harimau tersebut. 

Baca Lainnya : Dua Bayi Harimau Benggala, Terlahir di Kebun Binatang Medan

Tak hanya itu, kata Erly, pihaknya juga akan menurunkan tim untuk melalukan investigasi menyeluruh terkait kematian bayi harimau ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada unsur keteledoran.

“Nanti kita juga akan investigasi. Kita akan cek kelayakan kandang dan sistem perawatan," kata Erly. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: