Karhutla di Rokan Hilir, Warnai Awal Tahun 2019 di Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
02 Jan 2019   19:30

Komentar
Karhutla di Rokan Hilir, Warnai Awal Tahun 2019 di Riau

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Di awal tahun 2019 ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah melanda kawasan Riau. Tak kurang dari 15 hektar areal gambut di Kabupaten Rokan Hilir menjadi abu karena dijilat api sejak 1 Januari 2019.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edward Sanger ketika dikonfirmasi menyebut, tim gabungan TNI, Polri serta Manggala Agni saat ini sudah menuju lokasi guna menjinakkan api.

"Cukup kaget, baru 48 jam tahun 2019 ada kabar lahan terbakar. Ini harus diinvestigasi, harus ditemukan siapa pelakunya," kata Edward geram, Rabu (2/1) petang.

Dia berharap kebakaran di Rohil tidak meluas ke lahan lainnya. Hal ini juga disebutnya sebagai dasar ataupun pertimbangan nantinya agar segera menetapkan status siaga Karhutla. 

Baca Lainnya : Karhutla Berlalu, Bencana Banjir dan Longsor Kini Intai Warga Riau

"Kita lihat perkembangan ke depan, nanti juga saya akan koordinasi dengan BMKG (terkait penetapan status siaga Karhutla). Tahun lalu penetapan dilakukan awal tahun supaya tak menimbulkan asap," katanya.

Sebelumnnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak empat titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Hari ini terpantau empat titik panas di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir. Ini titik panas pertama di tahun 2019," kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Bibin.

Dia mengatakan dari empat titik panas tersebut, dua diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Kedua titik api itu menyebar di Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir dan terpantau satelit Terra dan Aqua sejak Rabu pagi tadi. 

Baca Lainnya : Karhutla Riau Lahap 5.776,46 Ha Lahan, Status Siaga Dicabut

Lebih jauh, ia menganalisa bahwa titik-titik api yang terpantau di awal tahun 2019 ini merupakan akibat minimnya hujan yang terjadi di wilayah tersebut dalam satu dasarian terakhir. Dasarian merupakan istilah yang digunakan BMKG untuk menunjukkan rentang waktu 10 hari. 

"Analisa kita dalam satu dasarian terakhir memang sangat minim hujan di Rohil," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta agar hal tersebut dapat diantisipasi karena kemungkinan munculnya titik panas dan titik api lainnya cukup tinggi diawal tahun ini. Provinsi Riau pada 2018 lalu berhasil menekan angka Karhutla dan mencegah terjadinya bencana kabut asap.

Meski begitu, sedikitnya 5.000 hektare lebih lahan di wilayah itu hangus terbakar. Rokan Hilir merupakan salah satu wilayah yang mengalami kebakaran terhebat sepanjang tahun 2018 lalu. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: