Jokowi Tawarkan Opsi Relokasi ke Warga Terdampak Tsunami di Lampung Selatan

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Jan 2019   15:00 WIB

Komentar
Jokowi Tawarkan Opsi Relokasi ke Warga Terdampak Tsunami di Lampung Selatan

Presiden RI, Joko Widodo meninjau langsung korban terdampak tsunami di Lampung Selatan, Rabu (2/1). (Foto : Doc/ Seskab RI)

Trubus.id -- Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meninjau bangunan yang terdampak tsunami Selat Sunda, di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1) siang. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memerintahkan jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan pasca bencana tsunami dengan baik.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati Lampung Selatan, Gubernur, Menteri PUPR, dan ke BNPB agar segera dilakukan penanganan, terutama setelah evakuasi selesai,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan.

Di kesempatan yang sama, Presiden menawarkan opsi relokasi kepada korban tsunami Selat Sunda di area pesisir Desa Kunjir dan Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Baca Lainnya : Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan Capai 118 Jiwa

Beliau melihat langsung daerah yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Way Muli dan Desa Kunjir yang berada di pesisir Lampung Selatan, Rabu (2/1), setelah menempuh perjalanan darat sejauh 116 kilometer dari Bandara Radin Inten II, Lampung.

Di desa-desa terdampak bencana itu, Presiden berdialog dengan warga terdampak tsunami, yang sebagian tidak ingin pindah ke tempat lain karena sudah nyaman tinggal di pinggir pantai.

Namun Presiden tetap memerintahkan jajarannya membangun pemukiman warga seluas dua hektare sekitar 400 meter dari pantai yang menghadap Gunung Anak Krakatau, yang aktivitas vulkanisnya belakangan meningkat.

Baca Lainnya : Ngeri, Kesaksian Langsung Nelayan Lampung Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi 

"Kita tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara lima tahun ke depan, tidak hanya berbicara 10 tahun ke depan, tapi berbicara 20, 30, atau 50 tahun ke depan," katanya.

Ia menekankan pentingnya penataan ruang untuk wilayah-wilayah rawan bencana seperti Lampung Selatan.

"Saya kira memang perlu penataan tata ruang kembali terutama di tempat-tempat, lokasi-lokasi, ruang-ruang yang kemungkinan bencana, terutama tsunami, dan yang berada di garis-garis ring of fire itu mulai diadakan penataan ulang untuk tata ruangnya," katanya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: