BMKG Pasang Sensor Canggih di Dekat Gunung Anak Krakatau untuk Deteksi Dini Tsunami

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
02 Jan 2019   12:30

Komentar
BMKG Pasang Sensor  Canggih  di Dekat Gunung Anak Krakatau untuk Deteksi Dini Tsunami

Gunung Anak Krakatau (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat peringatan dini tsunami di dekat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Teknologi tersebut berupa sensor ketinggian air (water level) dan sensor curah hujan yang di pasang di Pulau Sebesi guna mendeteksi kemungkinan gelombang tinggi sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Alat canggih ini akan terkoneksi langsung ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.

"Saat ini sensor Water Level dan sensor curah hujan sudah terpasang di Pulau Sibesi dan live ke server AWS Rekayasa di BMKG, untuk mengantisipasi dini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap tinggi gelombang laut," tulis Kepala BMKG Dwikorita dalam akun instagramnya, Selasa (1/1).

Baca Lainnya: BMKG Konfirmasi Letusan Gunung Anak Krakatau yang Menghasilkan Gempa 8 Skala Richter adalah Hoax

BMKG mengadakan Rapat Evaluasi Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami Banten yang dihadiri oleh tim BMKG, tim Badan Geologi, Bupati Pandeglang, TNI, Polri, Camat, Relawan, di Posko Terpadu Labuan, Pandeglang.

"BMKG telah menempatkan personil dan peralatan pemantau kondisi cuaca di sekitar lokasi bencana tsunami Selat Sunda, salah satunya adalah Mobile Weather Emergency Service yg ditempatkan di Posko Terpadu Labuan," ujar Dwikorita.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menyebut pihaknya memang merintis sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamai Indonesia Seismic Information System (InaSEIS).

Baca Lainnya: Sampai Kapan Gunung Anak Krakatau Alami Tremor Terus Menerus?

“Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis teknologi dengan pemantauan intensitas gempa skala lokal,” terang Daryono.

Lebih lanjut dikatakan Daryono, sampai saat ini belum ada negara yang memiliki sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran gunung berapi.

Meski begitu, pihaknya berharap sistem yang dirintis ini dapat menginformasikan peringatan dini tsunami di Selat Sunda. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: