Ngeri, Kesaksian Langsung Nelayan Lampung Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi 

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
31 Des 2018   18:30

Komentar
Ngeri, Kesaksian Langsung Nelayan Lampung Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi 

Gunung Anak Krakatau (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Gologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, volume Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyusut sekitar 60 persen atau dua pertiga akibat erupsi yang terjadi beberapa minggu terakhir. Tinggi gunung yang semula 338 meter kini hanya tersisa sekitar 110 meter.

Bahkan seorang nelayan asal Lampung, Puji menyaksikan Gunung Anak Krakatau seperti terbelah dua usai longsor yang mengakibatkan tsunami pada 22 Desember lalu.

Dikatakan Puji, usai terbelah, Gunung Anak Krakatau kemudian memuntahkan lahar dan material vulkanik.

"Kami melihat Gunung Anak Krakatau seperti pecah belah dua, lalu api lahar langsung mencar turun ke laut. Peristiwa itu, sekitar pukul 20.00 WIB," kata Puji kepada wartawan di Lampung, Senin (31/12).

Baca Lainnya: Sampai Kapan Gunung Anak Krakatau Alami Tremor Terus Menerus?

Saat melihat insiden tersebut, Puji tengah melaut bersama belasan nelayan lain disekitar Gunung Anak Krakatau.

Jarak kapal yang ditumpanginya sekitar 2 kilometer dari gunung atau berada dalam batas aman saat gunung api itu berstatus waspada atau level II. Terlebih setelah menyebabkan tsunami dan terus erupsi, statusnya dinaikkan menjadi siaga atau level III.

“Berselang lima menit kemudian, tiba-tiba gelombang tinggi tsunami datang dan langsung menerjang perahu kami,” ujarnya.

Menurutnya, gulungan ombak datang tak cuma sekali, tapi sampai tiga kali. Hantaman ombak pertama membuat perahu-perahu nelayan oleng dan hilang kendali. Sementara terjangan gelombang kedua, membuat semua nelayan tercebur ke laut karena perahu terbalik.

"Hantaman ketiga itu, tingginya 10 sampai 12 meter. Saat itulah kami semua langsung terbawa arus ombak dan terpencar hingga tak tahu lagi arahnya kemana," ujar Puji.

Baca Lainnya: Semua Letusan Gunung Berapi, Freatik atau Magmatif, Ada Risikonya

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Solihin membenarkan bahwa saat ini volume Gunung Anak Krakatau menyusut antara 150 hingga 180 juta meter kubik akibat erupsi dan kegempaan vulkanik selama beberapa minggu terakhir. Sehingga tubuh gunung kini tersisa sekitar 40 persen dari semula.

"Penyusutan volume itu sampai 60 persen atau dua per tiga dari volume awal," tutur Agus.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, penyusutan volume Anak Krakatau hingga 180 juta meter kubik ke laut itu dipastikan menyisakan tubuh Gunung Anak Krakatau tersisa antara 40-70 juta meter kubik.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: