Mendag Blusukan di Pasar Tradisional Medan, Pastikan Harga Bapok Stabil

TrubusNews
Karmin Winarta
29 Des 2018   18:48 WIB

Komentar
Mendag Blusukan di Pasar Tradisional Medan, Pastikan Harga Bapok Stabil

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id --Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita, melakukan blusukan di dua pasar tradisional yang berada di Kota Medan. Dua pasar itu adalah Pasar Ramai di Jalan Thamrin dan Pasar Tradisional Suka Ramai, Jalan AR. Hakim.

Di Pasar Ramai, Mendag beserta stafnya meninjau para pedagang. Mendag juga mengecek harga-harga kebutuhan bahan pokok (bapok) di pasar tersebut. Di Pasar Ramai, Mendag menyimpulkan harga-harga bapok di pasar itu stabil.

"Saya ke sini sudah menelepon pak Wali Kota. Saya melihat kondisi pasar, mengecek harga, dan harga di sini stabil," kata Mendag, Sabtu (29/12).

Enggartiasto mengaku, saat mengecek harga di Pasar Ramai ada yang menarik perhatiannya, yaitu harga ayam di pasar tersebut jauh lebih murah daripada di Pulau Jawa.

"Ini menarik. Harga ayam di sini lebih murah dari Wonosobo di Jawa Tengah. Meski ada perbedaan harga, itu masih stabil," ungkapnya.

Di Pasar Suka Ramai, Mendag juga sempat melihat pedagang ayam dan pedagang lainnya untuk mengecek harga. Kondisi harga-harga kebutuhan pokok di pasar itu diakui Mendag juga masih stabil.

"Harga masih stabil. Semoga habis Natal dan Tahun Baru kondisi seperti ini terus berlanjut," ujarnya.

Soal beras, Enggartiasto menegaskan, agar Bulog masuk ke pasar untuk memantau harga agar tidak terjadi kenaikan. Terkait harga beras medium yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu, Bulog harus turun untuk menstabilkannya.

"Bulog ditugaskan masuk ke pasar sampai ke pedagang besar. Harga di pedagang besar jual kepada masyarakat Rp 9.450 maksimal. Kalau harga tinggi, berarti itu beras Bulog," terang Mendag.

Mendag juga menyebut, bahwa adanya pencampuran atau mix beras dilakukan agar beras tetap terjaga ke pulenannya. Beras yang di-mix yaitu beras dari Vietnam dengan beras lokal agar rasanya lebih pulen.

"Yaitu dicampur sekitar 5 persen dengan beras lokal," sebutnya.

Dikatakan Mendag, agar kebutuhan tersebut terus stabil, dirinya menegaskan agar Bulog mengendalikan harga tersebut. Dipastikan setelah Tahun Baru harga stabil.

"Makanya peran Bulog harus mengeluarkan stoknya untuk mengendalikan harga. Pedagang tidak mungkin bermain dengan harga ini, karena ada Satgas Pangan," tegasnya

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: