Langkah Nyata Kementan Berhasil Tekan Inflasi di Sektor Pertanian

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Des 2018   19:15

Komentar
Langkah Nyata Kementan Berhasil Tekan Inflasi di Sektor Pertanian

Jajaran Kementan memberikan paparan tentang inflasi sektor pertanian. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) RI membeberkan, inflasi kebutuhan pokok selama dua tahun terakhir mampu lebih rendah dibanding dengan inflasi secara umum. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dan andil kelompok pengeluaran bahan makanan dalam empat tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Tahun 2017 sendiri merupakan tingkat inflasi terendah sepanjang sejarah yaitu 1,26%. Sedangkan andil pengeluaran bahan makanan terhadap inflasi di tahun yang sama terendah sepanjang 2014 sampai 2018 yakni sebesar 0,26 persen.

"Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam upaya pengendalian inflasi," demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jumat (28/12).

Baca Lainnya : Kementan Terus Siapkan SDM Unggul Agar Petani Sejahtera

Lebih lanjut dikatakan Agung, upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mengendalikan inflasi pangan dapat dilihat dari tiga aspek, yakni ketersediaan, distribusi, dan ketermanfaatan. Aspek ketersediaan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan, menjaga luas tanam bulanan sesuai kebutuhan, serta mendekatkan pusat produksi kepada konsumen. 

Sementara dari aspek distribusi pangan, Kementan berupaya menjaga pasokan dan harga pangan. Salah satu terobosan yang telah dilakukan Kementerian Pertanian pada tahun ini adalah dengan mendorong kemudahan distribusi pangan dan efisiensi tata niaga adalah mengembangkan e-commerce Toko Tani Indonesia (TTI).

“Rantai pasok antara petani sebagai produsen dengan konsumen bisa sangat panjang. Karana itu kami turut mengembangkan e-commerce TTI. Ini dilakukan untuk memangkas rantai pasok. Melalui layanan online berbasis aplikasi ini, TTI sebagai outlet dapat memesan beras segar langsung kepada Gapoktan,” ujar Agung. 

Menurutnya, tata niaga pangan yang panjang membuat harga menjadi mahal karena terakumulasi dari marjin keuntungan pelaku rantai pasok. "Kehadiran TTI yang mampu memperpendek mata rantai distribusi pangan, tentunya juga berkontribusi dalam memengaruhi tingkat inflasi," ujar Agung menambahkan. 

Baca Lainnya : Kementan Pacu Purwakarta Tingkatkan Mutu dan Ekspor Benih Hortikultura

Belum sampai setahun jangkauan e-commerce TTI di wilayah Jabodetabek berkembang dengan cepat. Tercatat sebanyak 291 Gapoktan dan 1.140 TTI ikut dalam e-commerce, dengan transaksi penjualan mencapai Rp 8,60 Milyar.

Selain itu, Agung juga menyebutkan Kementan turut membantu proses distribusi dengan secara intensif mengendalikan pasokan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), monitoring harga pangan harian, melaksanakan operasi pasar bila diperlukan, dan mengembangkan lumbung pangan masyarakat.

Pada aspek pemanfaatan pangan, Agung menuturkan Kementan jalankan program untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat dengan menjaga ketersediaan dan kebutuhan pangan, melalui: mengembangkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), mengampanyekan antipemborosan dan food waste, dan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal dalam industri.

Baca Lainnya : Kementan Klaim Status Ketahanan Pangan 177 Kabupaten Naik

“Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan komitmen Kementan untuk mendekatkan pusat produksi pangan ke konsumen melalui penyediaan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi seimbang bagi masyarakat,” ungkap Agung kembali.

Berdasarkan data BPS selama periode Maret 2017, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun sebanyak 1,2 juta orang yakni dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2018. Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,20 persen pada Maret 2018.

"Berbagai keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari peran pembangunan pertanian yang dilakukan selama ini. Dan kondisi yang sudah baik ini akan terus kami pertahankan bahkan ditingkatkan," pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: