Badan Ketahanan Pangan Beberkan Kondisi Harga Beras Akhir Tahun

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Des 2018   13:50

Komentar
Badan Ketahanan Pangan Beberkan Kondisi Harga Beras Akhir Tahun

Kepala BKP Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membeberkan harga beras di pasaran. Menurut Kepala BKP Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Jumat (28/12) di Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa harga beras di pasaran masih normal.

"Ada kenaikan tapi tipis. Saat ini ketersediaan beras di pasaran tersedia beberapa jenis sehingga masyarakat bisa menyesuaikan dengan kemampuan daya beli masing-masing," ujarnya saat ditemui di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/12).

Lebih lanjut Agung menyebutkan bahwa dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di PT Food Station Tjipinang Jaya masih ada yang dijual seharga Rp8.500 per kilogram. PT Food Station ditugaskan untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat di Jakarta.

Baca Lainnya: Bulog Siap Stabilkan Harga Beras Jelang Natal dan Tahun Baru

"Sekarang tergantung masyarakat beli yang mana, mau Rp12.000 per kilo ada, kalau duitnya kurang beli Rp8.500 per kilo," ujar Agung menambahkan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk datang ke Istana Negara. "Ngobrol saja, presiden mengecek, kok saya dengernya harga beras naik?" kata Darmin mengutip ucapan Jokowi, Kamis (27/12).

Darmin membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga beras di bulan terakhir 2018 ini. Namun besarnya dinilai tak banyak. Beras kualitas medium, kata Darmin, naik sekitar 0,4 persen saja atau sekitar Rp 45 untuk 1 kilogramnya. Sedangkan beras kualitas premium hanya naik 0,04 persen.

"Jadi, kesimpulannya ya memang naik tapi kecil," terang Darmin.

Baca Lainnya: BPS Ungkap Harga Beras Semua Jenis Naik

Lebih lanjut dikatakan Darmin, Jokowi juga meminta Perum Bulog meningkatkan operasi pasar dari yang saat ini hanya 2 sampai 3 ribu ton per hari menjadi 15 ribu ton per hari sesuai target dalam rapat di Kemenko Perekonomian.

Menanggapi hal tersebut Agung menegaskan, stok beras di PIBC sudah dua kali kapasitas normal. Dari angka normal 25 ribu ton, saat ini sudah mencapai 55 ribu ton.

Oleh karena itu pihaknya menyarankan Bulog untuk melakukan operasi pasar melalui direct selling melalui kios Rumah Pangan Kita yang mereka miliki. 

"Skema ini meniru apa yang dilakukan Kementan lewat Toko Tani Indonesia Center. Di TTIC, kata Agung, juga ada beras yang dijual seharga Rp8.500 per kilogram," pungkasnya.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: