Hindari Impor, Bulog Pastikan Kebutuhan Beras Tercukupi pada 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Des 2018   08:15 WIB

Komentar
Hindari Impor, Bulog Pastikan Kebutuhan Beras Tercukupi pada 2019

Bulog (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyampaikan Indonesia tidak perlu melakukan impor beras pada tahun 2019. Berdasarkan pengadaan beras per 27 Desember 2018,  realisasi pengadaan beras sudah mencapai 3,26 juta ton. Di antaranya sebanyak 519.285 ton beras telah digunakan untuk operasi pasar. Hal ini memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras pada tahun 2019.

"Dengan kata lain, sisa stok beras yang dimiliki Bulog saat ini tercatat 2,74 juta ton," jelas Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso  di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (27/12).

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut mengatakan sisa pasokan beras masih akan ditambah dengan penyerapan beras petani selama musim panen demi memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Menurut hitung-hitungannya, panen besar mulai terjadi pada April 2019. Sehingga Bulog masih akan mengguyur pasokan beras demi mengamankan harga beras antara Januari 2019 hingga Maret 2019. 

Selama periode tiga bulan pertama itu, ia menghitung pengeluaran beras Bulog bisa menyentuh 1,2 juta ton. Dengan asumsi Bulog tak lakukan penyerapan, maka sisa pasokan Bulog pada awal April diperkirakan mencapai 1,5 juta ton.

"Antara April hingga Juli, panen raya diperkirakan bisa menambah pasokan beras Bulog sebanyak 1,8 juta ton. Oleh karenanya, pasokan beras hingga Juli diperkirakan bisa mencapai 3 juta ton. Jadi Insyallah tidak ada ekspor," jelas Buwas. 

Lebih lanjut ia menuturkan, keputusan untuk tidak mengimpor tahun depan sebenarnya juga sudah dikemukakan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian beberapa waktu lalu. Dari prediksi cuaca dan kelangkaan, diprediksi pasokan beras masih cukup hingga pertengahan tahun depan.

Apalagi, Ia mengklaim hingga saat ini masih banyak beras yang beredar di masyarakat. Sebagai informasi, Bulog menargetkan menyalurkan beras sebanyak 15 ribu ton per hari dalam operasi pasar. Namun, realisasinya, hanya 4 ribu sehari. Artinya, menurut dia, stok di pasar sudah mencukupi.

"Tapi memang jumlah penggelontoran (beras) yang kami lakukan naik terus. Awalnya sempat 2 ribu ton per hari, lalu naik 3.800 ton per hari, sekarang sudah sampai di atas 4 ribu ton per hari. Artinya, beras memang masih beredar banyak di masyarakat," jelasnya.

Kendati demikian, Bulog mengaku tak mau terlena dengan data tersebut. Sebab, kondisi pasokan dan permintaan beras di setiap daerah tentu berbeda-beda, sehingga operasi pasar masih akan dilakukan.  Apalagi, di beberapa titik, permintaan beras disebut meningkat seiring perayaan Natal dan Tahun Baru.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: