Ibu Berperan Penting Kelola Sampah Sejak dari Hulu

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
22 Des 2018   06:00

Komentar
Ibu Berperan Penting Kelola Sampah Sejak dari Hulu

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengungkapkan, selama ini ibu rumah tangga mempunyai peranan terpenting dalam mengatasi timbunan sampah. Novrizal mengatakan, hampir 40 persen sampah berasal dari rumah tangga yang sebenarnya dapat dikelola dengan baik. 

Salah satu peranan Ibu rumah tangga adalah dalam pelaksanaan bank sampah. Dikatakan Novrizal, Ibu rumah tangga menjadi aktor utama yang menjalankan program.

"Sampai saat ini, sekitar 5.000 bank sampah sudah dibentuk di Indonesia. Berarti, lebih dari 5.000 ibu sudah diberdayakan," ujarnya.

Dalam program tersebut, Novrizal menjelaskan, hal yang ditekankan adalah kesadaran memilah sampah dari hulu. Yakni, bagaimana peran ibu-ibu rumah tangga dapat membantu menyeleksi sampah sesuai dengan jenis. Seperti, kertas, plastik maupun sampah sisa makanan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Apabila sudah dipilah sejak awal, maka timbunan sampah dapat diminimalisir. Dengan begitu, sampah yang dikirimkan ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa berkurang dan kondisinya juga lebih bersih.

Baca Lainnya : Meraup Pundi Dari Inovasi Kader Bank Sampah

Edukasi, kampanye dan sosialisasi mengenai pembatasan atau pencegahan timbulnya sampah di rumah tangga hingga kini terus dilakukan. Seperti diketahui bersama, sosok ibu memegang peranan penting dalam mengambil keputusan aktivitas di rumah tangga yang berpotensi menimbulkan sampah. Seperti, belanja di pasar maupun minimarket.

Novrizal berpendapat, saat ini, sampah harus diurus sejak dari hulu. Tepatnya sebelum menjadi sampah yang akhirnya dibuang begitu saja.

"Kita tidak dapat lagi berpikir sampah cukup dibuang dan diserahkan kepada petugas dinas lingkungan hidup," ujarnya..

Selain itu, juga dibutuhkan peranan produsen dari produk yang menggunakan kemasan plastik juga terus dilakukan. Hal ini diterapkan seiring dengan mengedukasi masyarakat untuk ikut berperan dalam mengurangi sampah sejak dari hulu.

Baca Lainnya : Menteri Desa PDTT Inginkan Dana Desa di Gianyar Fokus Bangun Bank Sampah

Kegiatan edukasi ke masyarakat tentang sampah semakin gencar dilakukan mengingat pemerintah berani menetapkan target Indonesia pengelolaan sampahnya 100 persen pada 2025.

Target telah disampaikan dalam Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Sesuai dengan Perpres, Indonesia menyatakan komitmen untuk mengurangi sampah rumah tangga hingga 30 persen.

"Di samping itu, juga melakukan penanganan sampah rumah tangga sebesar 70 persen,"pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: