Meski Dilarang dengan Perda, Masyarakat Raja Ampat Masih Terus Berburu Hiu

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Des 2018   15:00 WIB

Komentar
Meski Dilarang dengan Perda, Masyarakat Raja Ampat Masih Terus Berburu Hiu

Ilustrasi sirip hiu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kawasan Raja Ampat merupakan salah satu primadona wisata nasional dari Papua Barat yang banyak disumbang kehadiran plasma nutfah alami setempat, salah satunya hiu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, perlu menyosialisasikan Peraturan Daerah tentang Larangan Penangkapan Hiu kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia Raja Ampat, Ferdinand Dimara mengungkapkan, hingga saat ini masih ditemukan aktivitas penangkapan hiu di perairan Kabupaten Raja Ampat, padahal daerah ini memiliki Perda Larangan Penangkapan Hiu.

"Otoritas pemerintahan setempat terus melakukan sosialisasi peraturan daerah tersebut sehingga masyarakat setempat benar-benar paham," jelas Ferdinand di Waisai, Jumat (21/12).

Baca Lainnya : 11 Ekor Hiu Ditemukan Mati di Raja Ampat, Sirip dan Kulitnya Hilang

Tidak hanya pemerintah, semua pemangku kepentingan pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, menurut dia, harus turut serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan terhadap hiu yang merupakan potensi pariwisata.

Dimara mengatakan, penangkapan hiu bukan hal yang baru. Aktivitas itu sudah turun-temurun dan menjadi mata pencaharian sebelum Raja Ampat terkenal sebagai pariwisata dunia.

Ia mengutarakan, perlu ada pendampingan pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mengubah kebiasaan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan daerah tersebut.

Baca Lainnya : Siklus Migrasi, Kawanan Hiu Tutul Mulai Sambangi Perairan Probolinggo

Menurut dia, tidak cukup dengan sosialisasi perda itu, tetapi perlu pula peningkatan program pemberdayaan masyarakat, terutama di sektor pariwisata sehingga ada peningkatan ekonomi.

"Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menangkap hiu," jelasnya seperti dikutip Antara.

Apabila masyarakat benar-benar diberdayakan pada sektor pariwisata dan mendapat penghasilan yang layak, mereka akan menjaga alam, menjaga hiu, pari manta, penyu, dan satwa lain guna pengembangan pariwisata berkelanjutan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: