Pembangunan Hunian Bagi Korban Lombok Berjalan Lambat

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Des 2018   10:36 WIB

Komentar
Pembangunan Hunian Bagi Korban Lombok Berjalan Lambat

Pembangunan hunian bagi warga korban gempa Lombok (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, masih banyak warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak bencana gempa bumi belum mendapat hunian.

Perempuan yang akrab disapa Ratu ini mengungkapkan, hunian yang dijanjikan pemerintah bagi pengungsi masih sangat minim yang terealisasi padahal kini sudah memasuki musim hujan.

"Satu saja yang kita harapkan, rumah itu berdiri dulu. Artinya rumah bentuk apapun yang penting rumah agar masyarakat tidak kena hujan," kata Ratu di Lombok, NTB, Jumat (21/12).

Baca Lainnya : Jumlah Korban Gempa Lombok 5,3 Magnitudo Bertambah

Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan pembangunan hunian pengganti untuk korban gempa berjalan sangat lamban. Salah satu adalah rumitnya proses pencairan dana.

Pihaknya mencontohkan untuk membangun Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA), warga setempat harus membuat kelompok masyarakat atau pokmas. Pokmas ini ditujukan untuk memudahkan distribusi penyediaan rumah dari pemerintah.

Lebih lanjut dikatakan Ratu, di sinilah masalah berpangkal. Pokmas yang sudah terbentuk tidak bisa serta-merta membangun rumah. Selain proses yang rumit, bahan komponen rumah yang diperlukan juga tidak semudah itu tersedia.

Baca Lainnya : Korban Gempa di Desa Akar-akar Lombok Utara, Sudah Bisa Tempati Risha

"Mereka akan membangun RISHA, tetapi komponen-komponennya belum ada. Ada yang namanya rumah beton tapi betonnya tidak ada. Jadi banyak sekali kendala-kendala," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta PUPR lebih cepat mengangkut komponen bangunan untuk rumah pengganti pengungsi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: