Selain Olah Sampah, ITF Juga Diproyeksikan Sebagai Wisata Edukasi

TrubusNews
Thomas Aquinus
20 Des 2018   12:30 WIB

Komentar
Selain Olah Sampah, ITF Juga Diproyeksikan Sebagai Wisata Edukasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya meresmikan proyek pengolah sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12).  Bahkan Anies juga berencana menjadikan proyek pengolah sampah sebagai pusat wisata edukasi.

Sebelumnya, pembangunan ITF sendiri sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo. Namun setelah tiga kali berganti gubernur, barulah pada era kepemimpinan Anies Baswedan saat ini ITF mulai dilakukan groundbreaking.

"(ITF) selain mengelola sampah tapi juga pendidikan warga. Di mana warga di Jakarta mendatangi pengolahan sampah bukan sebagai yang dijauhi tapi bisa menjadi salah satu objek wisata pendidikan di Jakarta," kata Anies di lokasi ITF, Jalan RE Martadinata, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12).

Baca Lainnya : Cukai Plastik Disebut Sebagai Langkah Konkrit Pemerintah Kendalikan Sampah

Anies mengungkapkan, seperti di negara lain, ITF juga diintegrasikan dengan kegiatan komersial lainnya. Dirinya berharap ITF dibangun dengan standar yang tinggi.

"Kita lihat di beberapa negara rencangannya bukan pabrik, tapi dirancang dengan kegiatan-kegiatan komersial lainnya," katanya.

Dikatakan Anies, ITF di Sunter bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dan menjadi solusi sampah di Jakarta.

"Persoalan sampah, masalah menahun. Kita harus menyelesaikannya secara sistemik. Pembangunan ITF merupakan langkah yang sangat tepat," ujarnya.

Baca Lainnya : DKI Jakarta Kucurkan Rp3,8 Triliun untuk Pengelolaan Sampah ITF

Pada kesemmpatan tersebut,  Anies mengungkapkan saat ini produksi sampah di Ibu Kota mencapai 8.000 ton per hari. Dengan adanya ITF, diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang biasanya dibawa ke TPST Bantargebang.

ITF di Sunter dibangun oleh BUMD PT Jakarta Propertindo yang bekerja sama dengan perusahaan Finlandia Fortum. ITF ditargetkan selesai pada dua hingga tiga tahun ke depan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: