Musim Hujan, Waspada Pergerakan Tanah Selama Berlibur

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
19 Des 2018   18:45

Komentar
Musim Hujan, Waspada Pergerakan Tanah Selama Berlibur

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim hujan, wilayah Jawa Barat dideteksi menjadi wilayah dengan potensi pergerakan tanah tertinggi pada Desember 2018. Hal tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat yang ingin mengunjungi tempat wisata selama liburan sekolah.

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Agus Budianto mengungkapkan gerakan tanah terjadi dipengaruhi faktor curah hujan, geologi, dan infrastruktur yang ada di atasnya. Menurutnya, ketika curah hujan tinggi, maka potensi gerakan tanah juga cukup tinggi.

”Curah hujan pada Desember 2018 ini, telah bergeser ke Jabar. Bulan berikutnya baru ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk wilayah Indonesia bagian timur, diperkirakan cukup tinggi mulai Mei 2019,” terang Agus.

Baca Lainnya : Asyik Naik Damri Gratis Keliling Danau Toba Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Agus mengingatkan perlu diwaspadai potensi terjadinya pergerakan tanah di jalur jalan, permukiman di perbukitan, pegunungan, dan sepanjang aliran sungai. Longsor terjadi pada umumnya disebabkan oleh kondisi geologi daerah rawan longsor, kemiringan lereng, sifat tanah pelapukan yang poros dan mudah menyerap air. 

Selain itu juga dipenagruhi adanya perubahan tutupan lahan seperti hutan menjadi permukiman dan jenis tanaman keras menjadi tanaman musiman terutama di lereng.

"Selain itu, sistem drainase yang bu­ruk akan menyebabkan longsor ketika curah hujan tinggi," katanya.

Menutu Agus, pada 2017 di Indonesia telah terjadi 1.177 kejadian gerakan tanah dengan mengakibatkan 210 korban jiwa.

Baca Lainnya : Pantau Merapi, Jonan Pastikan Jogja Aman untuk Liburan Natal dan Tahun Baru

Pada 2018, tercatat 886 kejadian gerakan tanah yang dipicu curah hujan dengan 160 korban jiwa. Sementara itu, yang dipicu oleh gempa bumi ada 206 kejadian di Lombok dan 232 kejadian di Palu. 

Sementara itu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunungapi Wilayah Barat Kristianto mengungkapkan, gunung-gunung yang biasa didatangi di masa liburan tetap dipantau 24 jam. Seperti gunung-gunung di Jabar yang biasa dikunjungi antara lain Papandayan, Gede, Salak, Tangkubanparahu, Ciremai, dan Guntur. 

”Pasalnya, ada beberapa gunung yang memiliki sifat letusan yang tidak didahului gejala awal yang signifikan,” ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: