Bendungan Logung Mampu Mengairi 5.296 Ha, Juga Jadi Destinasi Wisata Baru

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Des 2018   12:01 WIB

Komentar
Bendungan Logung Mampu Mengairi 5.296 Ha, Juga Jadi Destinasi Wisata Baru

Bendungan Logung (Foto : ANTARA FOTO)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.Dengan kapasitas tampung sebanyak 20,15 juta m3, Bendungan Logung akan mengairi lahan seluas 5.296 hektare. 

"Irigasi eksisting 2.805 hektar dan irigasi yang akan dikembangkan 2.491 hektar," jelas Dirjen Sumber Daya Air PUPR, Hari Suprayogi, Selasa (18/12).

Ia menjelaskan, selain ektensifikasi lahan pertanian, terjaminnya suplai irigasi akan meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani minimal 200%. Sehingga petani bisa dua musim tanam padi dan satu kali musim tanam palawija. 

Baca Lainnya: Teknologi CAS Bawa Angin Segar Petani Kudus

Selain itu, tambah ia, bendungan juga  untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 200 liter/detik di perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kudus, pengendalian banjir dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,50 MW yang akan digunakan untuk operasional bendungan.

Untuk menjaga kualitas air bendungan, perikanan keramba akan dilarang namun tidak untuk perikanan tangkap.

“Kita sudah banyak pengalaman keramba ikan di bendungan yang mengakibatkan air bendungan tercemar dan ikan-ikan mati. Ini juga menjadi sumber air baku. Jadi saya harapkan Pemda tidak mengijinkan keramba ikan, tetapi kalau perikanan tangkap boleh,” tegas Hari.

Baca Lainnya: Kudus Panen Raya, Surplus Beras Bukan Ilusi

Bendungan Logung juga dapat menjadi destinasi wisata baru di Kota Kretek. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno, mengatakan, pariwisata di Bendungan Logung nantinya harus tetap memperhatikan prinsip hidrologi dan konservasi dari hulu ke hilir.

Bupati Kudus M. Tamzil mengatakan, masyarakat Kudus sudah menanti lama kehadiran Bendungan Logung. Selain akan meningkatkan produksi pertanian, air baku dan pariwisata, juga akan mengurangi banjir yang selama ini dialami masyarakat di Kecamatan Jekulo dan sekitarnya.

Pembangunan Bendungan Logung membutuhkan waktu sekitar 5 tahun yang dimulai Desember 2014 dengan nilai kontrak Rp 620 miliar.  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: