Ikan Makin Sulit Dicari, Nelayan Tradisional di Langkat Beralih Buru Cumi

TrubusNews
Syahroni
18 Des 2018   19:00 WIB

Komentar
Ikan Makin Sulit Dicari, Nelayan Tradisional di Langkat Beralih Buru Cumi

Nelayan di Langkat mulai berburu cumi karena sulit mencari ikan lagi. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Sejak dua pekan terakhir, tangkapan nelayan tradisional di Desa Kwala Besar, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat terus menurun. Ikan laut yang biasanya melimpah, kini sulit mereka dapati. Namun untungnya, saat ikan-ikan tidak masuk jaring mereka, masih ada cumi-cumi yang bisa mereka tangkap dan jual untuk menyambung hidup mereka. 

Seorang nelayan tradisional bernama Wak Yon mengatakan, cara mereka mencari cumi-cumi dari atas perahu. Wak Yon melempar jaring dan pancingnya. Diakuinya, sejak pukul 09.30 WIB hingga tengah hari siang, belum sampai 2 Kg yang didapat.

“Biasanya, dalam satu hari dia bisa mendapatkan minimal 13 Kg mulai dari ikan, cumi-cumi, udang, dan kepiting,” katanya, Selasa (18/12).

Baca Lainnya : Menteri Susi Jelaskan Kerusakan Hutan Berdampak pada Tangkapan Nelayan

Wak Yon heran, karena belakangan ini mereka selaku nelayan sangat sulit mendapatkan ikan. Padahal sebelumnya, setengah hari saja mereka sudah bisa mendapatkan ikan. Tetapi kali ini hanya cumi-cumi saja yang didapatnya. 

“Kalau dapat udang, itu hanya untuk pakan mancing ikan saja,” ujarnya.

Wak Yon mengaku tidak pernah mengeluhkan, bahkan merasa kecewa dengan hasil tangkapan. Baginya, hasil tangkapan adalah rezeki yang harus disyukuri. Karena, di laut nelayan harus berpikir positif dan menjauhkan prasangka buruk. “Rezeki itu harus disyukuri. Ada hikmah di balik seua ini,” ungkapnya. 

Kondisi serupa dikatakan nelayan tradisional lainnya bernama Iskandar. Dia mengaku hanya dapat 2 Kg beragam ikan pada satu hari sebelumnya. Iskandar menilai, iklim turun memengaruhi hasil tangkapan ikan. 

Baca Lainnya : Sampah Masih Jadi Penghambat Nelayan Cari Ikan di Teluk Jakarta

“Saya pribadi merasa masih untung bisa bawa perahu. Berapapun yang didapat, kalau mau dijual, ya saya jual. Tapi kalau mau dibawa pulang, saya bawa pulang,” ucapnya.

Iskandar menyebut, harga cumi-cumi di tingkat nelayan sekitar Rp 35.000 sampai  Rp 40.000 per Kilogram. Cumi-cumi tangkapan tersebut nantinya dijual kepada penampung di dermaga. Iskandar memastikan, banyak yang mau menampung cumi-cumi hasil tangkapannya.

“Cumi-cumi di sini masih segar, lebih baik daripada di pasar,” tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: