Tarif Cukai Tembakau Tak Jadi Naik, Harga Jual Rokok Eceran Tetap Bertahan

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Des 2018   19:00 WIB

Komentar
Tarif Cukai Tembakau Tak Jadi Naik, Harga Jual Rokok Eceran Tetap Bertahan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau maupun kenaikan batasan harga jual eceran minimum pada tahun 2019 mendatang seperti yang sebelumnya telah direncanakan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai, kebijakan cukai hasil tembakau pada 2018 dipandang masih efektif dengan beberapa parameter seperti aspek pengendalian konsumsi, tenaga kerja, industri, peredaran rokok ilegal, dan penerimaan negara.

Untuk itu, tarif cukai hasil tembakau 2019 akan melanjutkan kebijakan yang sudah diterapkan pada tahun 2018, atau tetap mengacu pada Pasal 6 dan 7 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 146/2017.

Baca Lainnya : Pemerintah Batal Menaikan Cukai Tembakau Tahun 2019

Di samping itu, Kemenkeu dalam menyusun kebijakan cukai juga telah mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi dari berbagai pihak baik secara tertulis maupun audiensi.

Sebelumnya, 12 Desember 2018 silam Menteri Keuangan, Sri Mulyani menandatangani PMK 156/2018 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Peraturan itu mulai berlaku pada 1 Januari 2019.

Dalam keterangan tertulisnya, Kemenkeu juga menambah ketentuan terkait batasan harga jual eceran minimum hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), sehingga perlu mengubah Bab I Ketentuan Umum dan Lampiran II PMK 146/2017.

Penyusunan kebijakan hasil tembakau mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu pengendalian konsumsi rokok, penerimaan negara, tenaga kerja, dan pemberantasan rokok ilegal.

Kemenkeu mencatat bahwa kenaikan tarif cukai dan penyesuaian harga jual eceran hasil tembakau sepanjang 2013 sampai 2018 telah menurunkan produksi sebesar 2,8 persen dan meningkatkan penerimaan negara 10,6 persen.

Baca Lainnya : Kebijakan Indonesia Sederhanakan Tarif Cukai Rokok Didukung Bank Dunia

Namun, pemerintah masih perlu memberikan ruang bagi industri padat karya dengan menjaga keberlangsungan tenaga kerja yang perkembangannya stagnan.

Selanjutnya, pencapaian target penerimaan cukai hasil tembakau di 2019 akan lebih fokus pada pemberantasan peredaran rokok ilegal agar industri yang legal dapat tumbuh dan mengisi pasar illegal.

Kondisi tersebut diharapkan pada akhirnya dapat menambah penerimaan negara sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja. Selain itu, upaya intensifikasi cukai lebih dioptimalkan melalui pengenaan cukai pada produk HPTL, yang kinerja penerimaan di tiga bulan terakhir lebih dari Rp154,1 miliar, sehingga diharapkan target penerimaan cukai 2019 dapat dicapai. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: