Gunung Merapi Masih Berpotensi Muntahkan Guguran Larva 

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Des 2018   15:31 WIB

Komentar
Gunung Merapi Masih Berpotensi Muntahkan Guguran Larva 

Gunung Merapi (Foto : instagram.com/btngunungmerapi)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan guguran lava dari Gunung Merapi seperti yang terjadi pada Minggu (16/12) malam masih berpotensi muncul kembali.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida  mengatakan guguran itu masih akan muncul selama masih ada pertumbuhan kubah lava di gunung teraktif di Indonesia itu.

"Selama kubah lava masih tumbuh, guguran masih akan terjadi," kata Hanik di Yogyakarta, Senin (17/12).

Baca Lainnya: Lereng Merapi Jadi Sentra Perkebunan Kopi Baru di Jogja

Melalui akun Twitter resminya BBPTKG Yogyakarta menyatakan, Minggu (16/12) malam pukul 19.00 WIB Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sejauh 300 meter ke arah hulu Kali Gendol dengan intensitas guguran yang masih rendah.

Kendati terjadi guguran lava, ia meminta agar masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi, khususnya yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dengan terus mengikuti perkembangan informasi dari BPPTKG.

Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 7-13 Desember yang dirilis BPPTKG, menyebutkan bahwa kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah. Volume kubah lava per 13 Desember 2018 sebesar 350.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 2.200 meter kubik per hari.

Selanjutnya, aktivitas kegempaan Gunung Merapi tercatat 28 kali untuk gempa hembusan (DG), empat kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 9 kali gempa fase banyak (MP), 264 kali gempa guguran (RF), 35 kali gempa low frekuensi (LF) dan 12 kali gempa tektonik (TT).

Baca Lainnya: Kedai Kopi Merapi Potensi Wisata Kuliner di Yogyakarta

Intensitas kegempaan low frekuensi pada periode itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan oleh BPPTKG, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: