Aneh, Pasokan Surplus Tapi Harga Daging dan Telur di Surabaya Melambung

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Des 2018   14:30 WIB

Komentar
Aneh, Pasokan Surplus Tapi Harga Daging dan Telur di Surabaya Melambung

Daging, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejumlah komoditas pangan seperti telur ayam dan daging sapi alami kenaikan di Surabaya, Jawa Timur. Padahal Dinas Peternakan Jawa Timur telah memastikan dua stok bahan pangan tersebut masih cukup, bahkan surplus.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmy Niamawati mengatakan, produksi telur masih sangat mencukupi. Ia memastikan Jawa Timur mengalami surplus telur sebanyak 137 ribu ton hingga akhir tahun 2018. Kontribusi produksi telur Jatim masih 30 persen terhadap produk telur nasional.

“Sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan telur di provinsi lain,” terangnya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/12).

Saat ini, harga telur naik menjadi Rp21.550 per kilogram (kg). Menurutnya, hal ini disebabkan harga jagung yang juga naik menjadi Rp15.500 per kg.

Baca Lainnya: Tak Hanya Telur, Bahan Pangan Berikut Juga Alami Lonjakan Harga

“Kalau menurut saya wajar kenaikan harga ini, karena peternaknya juga ingin mendapatkan untung saat permintaan banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Wemmy, stok daging di Jatim juga surplus. Jumlah ternak sapi potong di Jatim mencapai 4,6 juta ekor. Produksi daging Jatim mencapai 102.925 ton per tahun dan kebutuhannya hanya 92.016 ton per tahun.

“Kontribusinya 28 persen terhadap populasi sapi potong nasional. Per tahun Jatim masih bisa mengirim 150 hingga 170 ekor sapi potong untuk memenuhi kebutuhan provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat,” imbuhnya.

Baca Lainnya: Di Kota Bandung, Harga Telur dan Daging Ayam Melambung Tinggi

Guna mengantisipasi lonjakan harga daging dan telur yang tidak seharusnya terjadi, Dinas Peternakan Jatim juga aktif menggelar operasi pasar yang sudah terjadwal maupun melalui pengiriman surat ke dinas peternakan kabupaten dan kota. Menurutnya, ada 123 orang pengawas yang tersebar di seluruh Jatim.

“Kita akan melakukan pemantauan, pemeriksaan hingga pengawasan produk ternak yang beredar di pasaran,” tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: