Bedak Tabur Bayi Ini Dituding Jadi Penyebab Kanker Ovarium

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Des 2018   16:00 WIB

Komentar
Bedak Tabur Bayi Ini Dituding Jadi Penyebab Kanker Ovarium

Ilustrasi bedak tabur bayi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Saham Johnson & Johnson (J&J) turun lebih dari 10 persen pada Jumat (14/12). Penurunan terjadi setelah Reuters melaporkan jika perusahaan farmasi tersebut menyimpan rahasia tentang kandungan asbestos di produk bedak taburnya selama beberapa dekade.

Ribuan perempuan yang mengalami kanker ovarium mengklaim jika bedak tabur bayi Johnson & Johnson menyebabkan penyakit tersebut. Menurut laporan Mirror, sebanyak 11.700 orang telah mengajukan gugatan.

Dokumen yang diperoleh Reuters mengungkapkan jika sejak tahun 1971 hingga awal tahun 2000-an, tes internal perusahaan J&J menemukan sejumlah kecil asbestos dalam bedaknya.

Baca Lainnya : Lilin Aroma Berbasis Parafin Bisa Sebabkan Kanker dan Asma?

Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhirup, akan menyebabkan gangguan pada paru-paru. Pihak J&J sendiri membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, proses pengujian dan pemurnian yang ketat memastikan jika bedak taburnya bersih, bebas dari kandungan asbes.

"Bedak tabur bayi Johnson & Johnson aman dan bebas asbes," ucap Peter, pengacara Johnson & Johnson, membantah isu yang beredar.

"Artikel Reuters satu sisi, salah dan menghasut. Singkatnya, cerita Reuters adalah teori konspirasi yang tidak masuk akal," ungkapnya lagi.

Baca Lainnya : Makanan Organik Terbukti Bisa Cegah Kanker

Peter mengatakan jika studi terhadap lebih dari 100.000 laki-laki dan perempuan menunjukkan bahwa bedak tabur tidak menyebabkan kanker atau penyakit lain terkait asbestos.

"Ribuan tes independen oleh regulator dan laboratorium terkemuka di dunia membuktikan bahwa bedak bayi kami tidak pernah mengandung asbes," paparnya.

Talc, batuan terlemah di dunia, merupakan mineral yang terkait erat dengan asbestos. Penggugat mengklaim talc dapat bercampur dalam proses penambangan. Sehingga, tidak mungkin untuk menghapus zat karsinogenik itu. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: