Atasi Kesulitan Air Atambua, Bendungan Rotiklot Memiliki Total Tampungan 3,30 Juta Meter Kubik

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Des 2018   23:00 WIB

Komentar
Atasi Kesulitan Air Atambua,  Bendungan Rotiklot Memiliki Total Tampungan  3,30 Juta Meter Kubik

Bendungan Rotiklot, NTT (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan keberadaan Bendungan Rotiklot dapat mengatasi kesulitan air bagi masyarakat Atambua Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bendungan Rotiklot bagian dari pemanfaatan sumber daya air untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Atambua," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi.

Hari menyampaikan itu saat meresmikan pengisian awal Bendungan Rotiklot di Dusun Rotiklot RT16 dan 17 RW O8 Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu NTT, Kamis (13/12).

Baca Lainnya : Pembangunan Bendungan Sadawarna Dikebut untuk 4.500 Ha Sawah

Hari mengatakan, Bendungan Rotiklot dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp496,97 miliar dari mulai pembangunan fisik pada April 2016 hingga Juni 2018.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai NT II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama PT Nindya Karya (Persero) dan PT Universal Suryaprima membangun bendungan tersebut.

Bendungan tersebut memiliki 24,91 hektare luas genangan, tampungan total 3,30 juta meter kubik, dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik. Hari menyatakan, Bendungan Rotiklot dibangun di atas lahan basah alih fungsi seluas 500 hektare milik Dinas Kehutanan Provinsi NTT kepada Kementerian PUPR.

Bendungan tersebut dapat mengaliri irigasi pertanian seluas 139 hektare tanaman padi dan 500 hektare palawija dengan total debit air mencapai 3,30 juta meter kubik, pemenuhan air beku kebutuhan masyarakat termasuk memasok air ke Pelabuhan Atapupu Belu.

Baca Lainnya : Bendungan Mila Siap Digenangi Air, Hasil Pertanian NTB Bisa Meningkat Tajam

Selain memenuhi kebutuhan air masyarakat, Hari mengharapkan Bendungan Rotiklot bermanfaat mengatasi banjir saat musim hujan dan destinasi wisata andalan di Kabupaten Belu.

Diungkapkan Hari, musim hujan di NTT terjadi selama tiga bulan dan kemarau sepanjang selama sembilan bulan, membuat satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan air yaitu melalui pembangunan bendungan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi mengemukakan, pembangunan bendungan Rotiklot berkat kerja sama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Baca Lainnya : Diterjang Hujan Deras Dua Hari, Bendungan Mowewe II Jebol

Josep mengakui persoalan di NTT hanya sumber daya air sehingga cara mengatasi masalah tersebut melalui pembangunan bendungan.

Wakil Bupati Belu JT Ose Luan menuturkan, pemerintah pusat telah memperhatikan masyarakat setempat dengan kehadiran Bendungan Rotiklot. Keberadaan bendungan itu dituturkan Ose Luan merupakan kerja keras yang nyata dari Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui Kementerian PUPR.

"Saat masyarakat Belu NTT tidak merasa dipinggirkan dan ditepikan justru lebih kokoh dalam bingkai NKRI Bhineka Tunggal Ika," tegas Ose Luan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: