Dinkes Temukan E. coli dan Pengawet pada Jajanan Anak di 44 SD Wilayah Depok

TrubusNews
Ayu Setyowati
13 Des 2018   15:30 WIB

Komentar
Dinkes Temukan E. coli dan Pengawet pada Jajanan Anak di 44 SD Wilayah Depok

Jajan anak sekolah, Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan hasil uji sampel jajanan anak di 44 sekolah dasar di 11 kecamatan se-Kota Depok, masih ditemukan zat-zat berbahaya, dengan total 34 jenis makanan favorit mayoritas pelajar terkontaminasi meski kadarnya tidak terlalu besar. Dinas Kesehatan Kota Depok bertekad terus melakukan pengawasan.

Pengujian tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, dilakukan untuk mengetahui kandungan makanan yang dijajakan di lingkungan sekolah. Dengan memilih empat sekolah dasar di tiap kecamatan, “Sampel makanan diambil kemudian diuji kandungan apa saja yang ada di dalamnya," ujar Novarita di Balai Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya: Waspadalah, Selada Romaine Mengandung Bakteri E.Coli

Dikatakan Novarita, kandungan zat yang diujikan kepada jajanan tersebut adalah untuk meneliti apakah terdapat boraks, pewarna tekstil, metanil biru, rhodamin B, bakteri air E.coli, pengawet benzoat, dan pemanis siklamat, di dalam jajanan tersebut. Dan ternyata, hasilnya banyak yang tidak memenuhi syarat. “Khususnya yang paling banyak adalah kandungan bakteri E.coli yang terdapat dalam air minum," tutur Novarita.

Masih terdapat pengawet

Lebih lanjut mengenai uji sampel, dikutip dari laman Tempo, Sekretaris Dinkes, Ernawati, pada Rabu (12/12) mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil selama dua tahun belakangan dalam jajanan siswa. Menurutnya, pedagang ternyata sudah mengetahui bahaya barang-barang itu sehingga tak lagi menggunakannya.

Baca Lainnya: Selain Selada, 5 Makanan Ini Juga Berpotensi Mengandung Bakteri E. Coli

Namun bahan pengawet seperti benzoat dan pemanis siklamat masih ditemukan dalam beberapa sampel, paling banyak dalam jajanan seperti bakso, cireng, telur dan sosis gulung. Bahan pengawet tersebut sebetulnya tergolong aman meski takarannya harus  sesuai panduan dari BPOM. “Temuan di lapangan pengawet digunakan tidak sesuai dengan takaran,” tutur Ernawati.

Dituturkan Erna, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan sosialisasi ke puskesmas, pegawai kecamatan, dan kepala sekolah mengenai hasil penelitian terhadap jajanan anak sekolah tersebut. Diterangkan bahwa cara paling ampuh untuk membunuh bakteri E. coli adalah dengan merebus air sampai mendidih. “Namun jika pengelolaan makanan tidak bersih itu juga bisa mengontaminasi,” kata Erna.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: