Jokowi: Pasar Rakyat Perlu Perhatian Khusus

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Des 2018   11:30 WIB

Komentar
Jokowi: Pasar Rakyat Perlu Perhatian Khusus

Presiden Jokowi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam masa 4 (empat) tahun hingga 2017, pemerintah telah membangun kurang lebih 2660 pasar di seluruh tanah air, dan 1500 pasar pada tahun 2018.  Pasar-pasar di desa pun telah digarap pembangunannya sebanyak 6.500 pasar desa. 

Kepala negara menerangkan pasar rakyat memang memerlukan sebuah perhatian khusus agar eksistensi pasar betul betul tetap bisa survive di tengah gempuran supermarket-supermarket, pasar pasar modern yang hampir semua kota ini ada.

“Sebetulnya dari sisi kompetisi, persaingan produk-produk yang dijual di pasar tradisional itu bisa bersaing,” ungkap Presiden Jokowi, di Jakarta.

Baca Lainnya : Walikota Jogja Wacanakan Diskon Harga Bapok di Pasar Tradisional

Kepala Negara membandingkan harga produk di pasar tradisional saat dirinya blusukan ke Pasar Bogor, beberapa waktu lalu, dimana kangkung dijual Rp1.500, dan bayam juga Rp1.500. Sementara harga di hypermart untuk kangkung Rp3.400, bayam kurang lebih sama Rp3.500.

Artinya, menurut Kepala Negara, secara daya saing pasar kita ini menang tetapi memang jangan dibiarkan pasar ini kumuh, becek, tidak ada tempat parkir, dan tidak rapi.

“Ini tugas dari kementerian, tugas dari pemerintah untuk memperbaiki dan juga tugas BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), tugas swasta untuk menarik agar konsumen, pembeli tetap mau datang ke pasar,” ujar Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, menurut Presiden Jokowi, ke depan perlu dibangun sebuah ekosistem yang online dan yang offline bisa sambung.

Baca Lainnya : Pasar Tomok Samosir Raih Award Objek Wisata Belanja Unggulan

 “Pasar ini offline, bagaimana bisa disambungkan dengan yang online. Dua  sistem tuh harus nyambung, pasar cepat berkembang karena disisi harga bisa bersaing. Apalagi kalau punya marketplace sendiri, antar sampai ke rumah,” ungkap Presiden Jokowi.

Sementara di sisi pembayaran, Presiden meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membantu agar baik cara pembayaran yang tanpa uang cash, cashless  bisa ditempatkan di pasar-pasar.

“Semua perdagangan kita harus mulai diintervensi dengan cara-cara seperti itu, ada EDC, ada pembayaran yang tanpa uang cash. Saya kira harus mulai diintervensi, diberikan pelatihan,” tutur Presiden Jokowi.

Baca Lainnya : Pemkab Sukabumi Optimis Pasar Rakyat Mampu Saingi Pasar Modern

Dengan demikian, Presiden meyakini betul betul pasar rakyat itu naik tingkat dan bisa bersaing, bisa bersaing dengan supermarket, dengan hypermarket.

“Saya yakin itu. Sejak awal saya menyelesaikan persoalan-persoalan dari pasar. saya yakini bisa bersaing, hanya memang manajemennya belum kita perbaiki bersama-sama,” ucap Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Mensesneg Pratikno, Menkominfo Rudiantara, dan Ketua Umum Asparindo Joko Setyanto. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: