Peluang Investasi Pertanian Berpotensi Muncul dari Sistem Perbenihan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
12 Des 2018   21:08

Komentar
Peluang Investasi Pertanian Berpotensi Muncul dari Sistem Perbenihan

Kementan menggelar FGD Sosialisasi Pengembangan Investasi Pertanian, Rabu (12/12). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Sosialisasi Pengembangan Investasi Pertanian' di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Rabu (12/12). Dalam kesempatan itu, Hari Priyono, Satf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian mengungkapkan, kebutuhan petani akan benih unggul menjadi peluang bagi industri benih.

Ia menjelaskan, benih dengan kualitas baik dan seragam dibutuhkan karena bisa menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan menentukan kualitas mutu komoditas pertanian Indonesia. 

Hari juga menyampaikan bahwa banyak hal penting yg menjadi kendala bidang perbenihan diantaranya minat inovasi industri perbenihan rendah karena adanya inkonsistensi aturan; terbatasnya pengetahuan petani dan keraguan akan benih bersertifikat yang tidak sesuai dengan isinya; serta belum dilakukan deregulasi secara signifikan dalam dunia perbenihan. Pemerintah mempunyai tugas penting yaitu bagaimana melindungi plasma nutfah.

Baca Lainnya : Kementan Sebar Benih Kakao dan Padi di Sulbar

“Tidak semua negara memiliki plasma nutfah seperti Indonesia, itu kelebihan kita, kita memiliki daya saing komperatif. Pemerintah diharapkan terbuka pada inovasi teknologi, membangun kemandirian benih yang ramah investasi, serta memberikan perlindungan terhadap investasi perbenihan,” ujar Hari.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Erizal Jamal menyampaikan bahwa indikator industri perbenihan dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu: jumlah varietas yang dihasilkan, jumlah produksi benih, serta luas penyebaran varietas.

Terkait jumlah varietas yang dihasilkan, sampai dengan tahun 2017 jumlah varietas yang dilepas sebanyak 1.672 varietas dengan komoditas antara lain padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, sorghum, gandum, dan talas. 

Baca Lainnya : Jadikan Perang Dagang Sebagai Peluang, Mentan Ekspor Benih ke Berbagai Negara

Untuk jumlah produksi benih padi bersertifikat, sampai dengan tahun 2017 sebanyak 210.561 ton dengan kebutuhan potensial sebanyak 383.348 ton, ini artinya pemenuhan benih tersebut mencapai 54,93 %.

Untuk penyebaran varietas padi, masih didominasi oleh padi jenis Ciherang yaitu sebesar 5.060.783 Ha  atau sebesar 35,35%, padi Mekongga sebesar 10,05%, padi IR 64 sebesar 7,96%, padi Situ Bagendit 4,61%, padi Cigeulis 4,44%, padi varietas lain 26,31%, dan varietas lokal sebesar 11,28%.

Sementara itu Nana Laksana Ranu selaku Sekjen Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Indonesia) menyampaikan bahwa tantangan industri perbenihan saat ini yaitu penyediaan benih tepat varietas, mutu, jumlah, dan waktu.

Baca Lainnya : Selain Distribusikan Benih, Kementan Juga Beri Bimbingan Gratis ke Petani

“Penggunaan benih unggul secara bebas dengan mutu yang baik dapat memotivasi pengguna petani dan memberikan peluang industri benih untuk berinvestasi dalam meningkatkan perannya” ujar Nana.

Tantangan mendatang, pemerintah diharapkan dapat memberikan alternatif bantuan kepada industri perbenihan. Salah satunya indikator pajak, untuk memacu dan memotivasi industri perbenihan nasional, melalui kompensasi bayar pajak untuk investasi.

Nana berharap, kedepannya perusahaan benih modal dalam negeri mempunyai kemampuan membangun kemandirian benih nasional bahkan untuk ekspor. “Payung regulasi dibutuhkan untuk berkembangnya industri perbenihan. Peraturan perundangan harus berpihak kepada kemajuan industri benih dan petani” pungkas Nana. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: