Banjir dan Longsor di Probolinggo, Renggut 2 Nyawa Warga

TrubusNews
Syahroni
11 Des 2018   20:00 WIB

Komentar
Banjir dan Longsor di Probolinggo, Renggut 2 Nyawa Warga

Proses evakuasi korban longsor di Kabupaten Probolinggo. (Foto : Doc/ BPBD Kabupaten Probolinggo.)

Trubus.id -- Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo sejak Senin (10/12) pagi hingga malam membawa bencana. Tak hanya menyebabkan banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan longsor di sejumlah wilayah.

Akibat bencana ini, sejumlah bangunan yang ada di Desa Andung Biru, Dusun Kedaton, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo diterjang banjir dan longsor, Senin (10/12) malam.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, ada 11 bangunan yang mengalami kerusakan, mulai rusak parah, hingga berat. Ada enam bangunan rumah rusak berat, satu rumah rusak ringan, musala rusak berat, tiga bangunan toko rusak.

Baca Lainnya : 103 Desa di Kabupaten Temanggung Rawan Tanah Longsor

Tak hanya merusak bangunan, infrastruktur seperti jembatan yang menghubungkan Dusun Kedaton dan Dusun Lawang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo juga terdampak. Jembatan tersebut putus akibat diterjang banjir dan longsor malam itu.

Selain menyebabkan kerusakan materil, banjir dan longsor juga merenggut nyawa warga sekitar. BPBD Kabupaten Probolinggo melaporkan, dua warga setempat hanyut terbawa limpahan banjir yang terjadi di wilayah tersebut. Tak lama, satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan seorang lainnya masih dinyatakan hilang. 

Korban meninggal diketahui bernama Siti Munawaroh (19), warga Dusun Lawang Kedaton, Desa Andung Biru. Sementara seorang warga lain yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan adalah bocah malang berusia 10 tahun bernama Akbar Maulana.

Baca Lainnya : Siaga Musim Hujan, BPBD DIY Pasang Alat Pendeteksi Longsor

Bencana ini sendiri terjadi ketika hujan deras melanda kawasan lereng Gunung Argopuro. Selanjutnya, setelah hujan deras, debit air di sungai ini naik dan menyebabkan air meluap dan longsor.

"Hujan deras kemarin, dari sore sampai malam. Akhirnya, malam sungainya meluap dan belasan rumah di sekitar sungai banyak yang jebol dindingnya, kalau tidak salah ada 5 rumah yang rusak parah,” kata Kepala Desa Tiris, Salim.

Camat Tiris Robby mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa terdampak, BPBD Kabupaten Probolinggo dan instansi samping lainnya. Selain banjir bandang, imbuh Robby, tanah longsor juga terjadi yang mengakibatkan jalan utama Tiris lumpuh tertimbun material longsoran. [RN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: