Jaga Pasokan dan Harga, Kementan Dorong Pengembangan Olahan Cabai

TrubusNews
Syahroni
12 Des 2018   06:00 WIB

Komentar
Jaga Pasokan dan Harga, Kementan Dorong Pengembangan Olahan Cabai

Kelompok Wanita Tani Pati bimbingan Kementan mengolah cabai produksi petani sekitar. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang kerap mempengaruhi inflasi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi komoditas ini sekaligus menstabilkan harganya.

Beberapa program pun dibuat Kementan untuk menggapai tujuan itu. Salah satu yang kini jadi fokusnya adalah program membangun kawasan cabai di daerah sentra.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk itulah diperlukan sentuhan pengolahan cabai sebagai solusi jangka panjang," demikian dikemukan Direktur Jenderal Hortikuktura Kementan, Suwandi, Selasa (11/12).

Baca Lainnya : Tenang, Pasokan Cabai Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Menurutnya, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura cukup menjanjikan. Cabai segar yang dikembangkan menjadi produk olahan menjanjikan para petani untuk selalu menanam cabai di daerah tanpa khawatiran harganya akan anjlok saat produksi melimpah dan melonjak naik saat permintaan meningkat. 

Bantuan alat pengolah cabai dari Kementan kepada Kelompok Wanita Tani Pati. (Foto: Doc/ Kementan RI)

"Salah satu daerah yang siap implemetasikan program ini yaitu Kabupaten Pati. Sebagai sentra cabai siap mendukung olahan cabai melalui pengembangan kawasan cabai yang difasilitasi Kementan," ujar Suwandi.

Perlu diketahui, pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Hortikultura telah memfasilitasi sarana pengolahan cabai kepada kelompok tani atau kelompok wanita tani di Kabupaten Pati melalui dana APBN 2018. 

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian setempat, tercatat produksi cabai pada tahun 2017 sebanyak 33.310 ton. Diperkirakan produksi cabai tahun 2018 naik sebanyak 33.450 ton dengan luas panen 449 ha. 

Baca Lainnya : Begini Cara Jitu Kementan Stabilkan Pasokan dan Harga Cabai di Tuban

Sentra produksi cabai Kabupaten Pati tersebar di kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan Wadarijaksa. Panen raya cabai terjadi pada Februari - Maret dan bulan Oktober - November. Harga cabai tingkat petani berkisar antara Rp 8.000 - 13.000 per kg. 

Di Kabupaten Pati, terdapat kelompok tani (Poktan) binaan Kementan yang tidak hanya bergerak di aspek budidaya, tetapi juga hingga pengolahan. Yakni Kelompok Wanita Tani Al - Iklas. Poktan ini merupakan salah satu kelompok penerima sarana alat pengolahan cabai dari pemerintah beralamat Desa Mantingan Kecamatan Jaken Kabupaten Pati. 

Ketua Kelompok Tani, Al-Ikhlas, Sutini menuturkan, sebelum adanya alat pengolahan cabai, kelompoknya memproses olahan cabai secara sederhana. Namun demikian, setelah menerima bantuan sarana alat pengolahan dan menerima bimbingan teknis dari pemerintah, anggotanya termotivasi untuk memproduksi cabai kering, sambel, saos, dan bubuk cabai.

"Dengan adanya bantuan tersebut berharap dapat meningkatkan pendapatan petani di daerahnya, karena untuk memperoleh bahan baku cabai segar tidaklah sulit, mengingat sebagian besar anggota merupakan petani cabai," tutur dia.

Baca Lainnya : Kenaikan Harga Cabai Ikut Sumbang Inflasi Kota Medan pada September 2018

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Rukisih menyampaikan terimakasih kepada Kementan yang telah membantu Kelompok Wanita Tani Al-Iklhas berupa sarana alat pengolahan cabai.

Menurutnya, dengan alat ini diharapkan dapat meningkatkan produksi olahan cabai dari jumlah kecil menjadi lebih besar, dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani. 

"Dinas Pertanian Kabupaten Pati siap mendukung memasarkan produknya dengan mengikut sertakan kelompok olahan cabai pada setiap ada acara pameran. Dan kedepan kami berharap ada bantuan lagi buat kelompok tani binaan lain terutama dalam pengolahan bawang merah yang saat ini juga butuh dan sebagian besar petani merupakan petani bawang merah," ujarnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: