Pemilik 92 Ekor Merak di Vila Puncak Dijerat Pidana Kehutanan

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Des 2018   21:30 WIB

Komentar
Pemilik 92 Ekor Merak di Vila Puncak Dijerat Pidana Kehutanan

Merak sitaan Gakkum LHK dari sebuah vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sepekan lalu, tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan puluhan burung merak dari sebuah vila yang berada di Kampung Warungdoyong RT 02/01, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor.

Dalam penggerebekan kala itu, tim berhasil mengamankan 96 jenis satwa dilindungi yang sebagian besarnya adalah burung merak. Belakangan juga diketahui, satwa ini diketahui dimiliki secara ilegal.

Baca Lainnya : Gakkum LHK Gerebek Vila Penampungan 96 Satwa Dilindungi di Kawasan Puncak

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Sustyo Iriyono mengungkapkan, satwa yang diamankan tim penegak hukum KLHK terdiri dari 38 ekor merak biru (Pavo cristatus), 25 ekor merak hijau (Pavo muticus), 11 ekor merak silangan, 11 ekor anakan merak, 7 ekor merak putih, seekor Binturong (Arctictis binturong), dan tiga opsetan kepala rusa.

"Villa yang menampung satwa dilindungi tersebut diduga milik IB yang berdomisili di Jakarta. IB mengakui satwa-satwa yang dipelihara tidak didukung dengan izin penangkaran yang sah,” demikian disampaikan Sustyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/12).

Pihaknya melanjutkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun timnya, sebagaimana diatur dalam UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, tindakan ini merupakan pidana kehutanan.

Oleh karena itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPNS KLHK) akan mengembangkan temuan ini hingga ke tahapan penyelidikan. Puluhan satwa dilindungi tersebut, PPNS akan segera mengevakuasi dan menitiprawatkan ke Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia dan Yayasan Cikananga.

Baca Lainnya : Pemilik Vila Penampung Satwa Dilindungi, Ternak Merak Sejak Tahun 90-an

"Operasi kepemilikan dan peredaran ilegal satwa dilindungi ini dilakukan secara terus menerus untuk memberikan efek jera kepada pelaku," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini masih banyak ditemukan oknum-oknum tak bertanggung jawab memelihara satwa yang dilindungi oleh negara baik untuk bisnis ataupun untuk dipelihata tanpa didukung dengan izin.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk melaporkan bila ada hal-hal yang mencurigakan terkait pemelihataam satwa-satwa dilindungi untuk melaporkan ke pihak yang berwajib. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: