Pengamat Nilai Kenaikan Harga Tiket Masuk TNK Tak Masuk Akal

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Des 2018   18:30 WIB

Komentar
Pengamat Nilai Kenaikan Harga Tiket Masuk TNK Tak Masuk Akal

Pemprov NTT berencana menaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menaikan Harga Tiket Masuk (HTM) kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Hal itu disampaikan langsung Gubernur NTT, Viktor Laiskodat belum lama ini.

Namun rencana tersebut dinilai tidak masuk akal oleh pengamat ekonomi, Dr. James Adam. Menurutnya, pemerintah NTT harus berpikir ulang untuk menaikkan HTM kawasan TNK. Apalagi rencana kenaikan tarif itu sangat tinggi.

Baca Lainnya : Pro Kontra Kenaikan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Sebelumnya Gubernur NTT berencana menaikkan tarif masuk Taman Nasional Komodo sebesar US$500, atau sekitar Rp7 juta untuk wisatawan asing dan Rp1,4 juta untuk wisatawan lokal. Menurut James, kenaikan harga tersebut terlalu tinggi dan tak masuk akal.

Lebih lanjut dikatakan James, jika ingin menerapkan tarif sebesar itu, sebaiknya Pemprov NTT memperbaiki dan menyiapkan terlebih dahulu sejumlah infrastruktur pendukung dalam lokasi TNK.

"Ini kan seperti analogi jual beli barang antara produsen dan konsumen. Semakin barang itu berkualitas dan bagus maka harga tidak akan menjadi soal bagi konsumen. Itu jika fasilitas, infrastruktur, manajemen, dan SDM di TNK sudah bagus yang tentu akan memberikan daya tarik berbeda bagi pengunjung," ujar James, di Kupang, NTT, baru-baru ini.

Baca Lainnya : Agar Komodo Tidak Stres, Wisatawan TNK Akan Dibatasi, Mulai Kapan?

Lebih jauh pihaknya mengatakan, rencana Pemprov NTT untuk menaikkan tarif bagi pengunjung yang masuk Serta kapal yang berlabuh di kawasan TNK sebetulnya satu gebrakan positif. Menurutnya, hal ini pasti berkaitan dengan kontribusi terhadap penerimaan daerah. Namun tentunya harus dengan kajian yang tepat.

"Prinsipnya adalah tarif tersebut harus rasional dan marketable. Sebab, soal tarif akan berpengaruh terhadap wisatawan atau pengunjung TNK," papar James. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: