Bisnis Online, Harbolnas, dan Peran Generasi Milenial Kembangkan Produk Lokal

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
10 Des 2018   10:00

Komentar
Bisnis Online, Harbolnas, dan Peran Generasi Milenial Kembangkan Produk Lokal

Ilustrasi (Foto : YLPK Jatim)

Hasil studi yang dilakukan iPrice mengungkap beberapa temuan tentang tren prilaku belanja online di Indonesia. Berikut beberapa hasil risetnya seperti dilansir dari Tech in Asia.

1. Cenderung belanja online di hari kerja

Temuan iPrice menyebutkan bahwa konsumen di tanah air justru paling aktif berbelanja online di hari kerja, terutama pada siang hari. Dari keseluruhan sampel yang diteliti, puncak pemesanan barang paling populer adalah pada pukul 10 pagi hingga 5 sore.

Pada periode kuartal ketiga 2016 hingga kuartal kedua 2017, jumlah pesanan pada pukul 11 siang rata-rata lebih tinggi 69 persen dibanding jam lainnya. Hingga pukul 4 sore, e-commerce pun masih mendapatkan banyak pesanan, yakni saat orang-orang biasanya sedang pulang kerja.

2. Konsumen lebih suka berkunjung lewat smartphone

Bertambahnya jumlah pengguna smartphone dari waktu ke waktu ternyata sejalan dengan peningkatan jumlah pengakses toko online dari aplikasi maupun web. iPrice menyebut bahwa di kawasan Asia Tenggara, rata-rata peningkatan kunjungan mobile selama setahun terakhir telah mencapai angka 19 persen.

Sementara data sampel dari e-commerce tanah air menunjukkan rata-rata 87 persen kunjungan berasal dari pengguna mobile. Temuan ini semakin membuktikan bahwa untuk meraup jumlah kunjungan lebih tinggi bisa dicapai dengan menarget pengguna mobile.

3. “Cuci mata” lewat mobile, belanja lewat desktop

Meski disebutkan bahwa akses mobile menyumbang rata-rata 87 persen dari total traffic, namun mayoritas konsumen baik di Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya di Asia Tenggara ternyata masih lebih suka bertransaksi melalui desktop alias komputer meski “cuci mata” via mobile sebelumnya.

Hasil riset menunjukkan bahwa konsumen lebih nyaman bertransaksi lewat desktop karena menimbulkan kepercayaan dalam berbelanja. Dengan akses layar komputer desktop yang lebih lebar, konsumen secara leluasa bisa melihat detail informasi barang yang mereka inginkan tanpa harus terkendala oleh keterbatasan layar di perangkat mobile.

4. Rata-rata pembelanjaan sebesar Rp481 ribu

iPrice juga menghitung nilai rata-rata pembelanjaan tiap konsumen pada periode tertentu di Indonesia. Menurut iPrice, rata-rata jumlah pengeluaran konsumen Indonesia saat berbelanja online dari keseluruhan segmen kategori belanja bisa mencapai angka US$36 (sekitar Rp481 ribu).

Nilai ini - yang bisa menjadi acuan pelaku e-commerce menentukan target pemasaran - membuat Indonesia menduduki posisi basket size terendah kedua di Asia Tenggara, kalah jauh ketimbang Singapura - yang notabene negara maju - mencapai US$91 atau sekitar Rp1,3 juta.

5. Transfer bank masih jadi metode bayar paling populer

Dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, rata-rata konsumen Indonesia lebih memilih cara konvensional seperti transfer bank sebagai metode pembayaran, meski metode pembayaran yang ditawarkan e-commerce lokal saat ini sudah cukup beragam. Di samping itu, metode cash on delivery (COD) pun juga menjadi pilihan konsumen, terbukti opsi tersebut masih ditawarkan oleh sebanyak 43 persen e-commerce.

Presiden Dorong Generasi Milenial Kembangkan Jual Beli Online

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Gunung Krakatau dalam Bingkai Sejarah Dunia

Binsar Marulitua   Liputan Khusus
Bagikan:          
Bagikan: