Indonesia dan Monako Kerja Sama Pelestarian Terumbu Karang Dunia

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
09 Des 2018   14:00

Komentar
Indonesia dan Monako Kerja Sama Pelestarian Terumbu Karang Dunia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia dan Monako menjalin kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai penelitan dan konservasi dalam upaya pelestarian terumbu karang dunia.

“Tujuan (kerja sama) ini untuk melestarikan laut dan mewujudkan pengelolaan sumber daya hayati laut yang berkelanjutan,” ujar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satya murti Poerwadi, Minggu (9/12).

Penandatangan LoI RI-Maluku sendiri telah dilakukan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Pusat Riset Monaco di Monako, Kamis (6/12).

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Pembangunan Kemaritiman Sudah ke Arah yang Benar

Penandatangan LoI ini juga merupakan tindak lanjut salah satu hasil pertemuan bilateral Presiden Indonesia Joko Widodo dan Prince Albert II Monako pada penyelenggaraan OOC beberapa waktu lalu.

“Kita telah mengunjungi Pusat Riset Monako untuk membicarakan dan mempelajari lebih lanjut mengenai upaya-upaya pelestarian terumbu karang,” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP.

Kerja sama ini juga sebagai wujud komitmen yang telah disampaikan Indonesia di bawah kerangka United Nations Sustainable Development Goals (UNSDGs), sekaligus sebagai salah satu usaha untuk melaksanakan mandat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Brahmantya menilai, ruang lingkup LoI ini juga dibuat berdasarkan pertimbangan kepentingan yang sama antarpihak tentang konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan terhadap lingkungan laut. 

Baca Lainnya : Bappenas: Konservasi Laut Harus Sejalan dengan Industri Ekonomi Nelayan

Adapun ruang lingkup tersebut diantaranya identifikasi terumbu karang yang rusak maupun terdampak oleh pemutihan atau pemudaran, dampak dan kronologi pencemaran laut menggunakan proxy karang, variabilitas iklim, pengasaman laut, iklim paleo menggunakan proxy karang, monitoring dan rehabilitasi terumbu karang, serta peningkatan kapasitas dan pertukaran kunjungan para peneliti atau tenaga ahli.

Brahmantya mengatakan, LoI ini akan segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang bersifat lebih teknis, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari kementerian atau lembaga terkait di Indonesia.

“Kita akan libatkan LIPI, KLHK, Kemenristekdikti dan Bappenas, bahkan akademisi dan unsur perguruan tinggi,” pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: