Pupuk Bersubsidi Aman Hingga Desember 2018 Berakhir

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
09 Des 2018   07:00

Komentar
Pupuk Bersubsidi Aman Hingga Desember 2018 Berakhir

Pupuk bersubsidi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Stok dan penyaluran pupuk terus dipantau peredarannnya hingga 4 Desember 2018. Stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Timur saat ini mencapai 363.501 ton atau tiga kali lipat dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.

Jumlah tersebut terdiri dari 128.419 ton urea, 107.270 ton NPK, 23.479 ton SP36, 56.638 ton ZA dan 47.696 ton organik. 

"Jumlah itu dipastikan aman hingga bulan Desember ini berakhir," tegas Kepala Corporate Communication Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana. 

Baca Lainnya : Realisasi Sebaran Pupuk Bersubsidi Telah Mencapai 88 Persen

Wijaya menyampaikan, telah mengamankan realokasi pupuk bersubidi sesuai keputusan pemerintah. Yaitu dengan menambah dua pupuk jenis Urea dan NPK. Upaya ini dilakukan sehubungan peningkatan kebutuhan pupuk bersubsidi di musim tanam akhir tahun ini, terutama jenis pupuk Urea dan NPK.

"Realokasi antar jenis pupuk bersubsidi dilakukan dengan menambah alokasi pupuk Urea yang sebelumnya sejumlah 4,1 juta ton menjadi 4,2 juta ton dan NPK yang sebelumnya sejumlah 2,2 juta ton menjadi 2,7 juta ton," jelasnya.

Ia menjelaskan, dengan realokasi tersebut diharapkan pemenuhan pupuk bersubsidi terpenuhi dan mencukupi hingga satu bulan kedepan. Adapun total alokasi pupuk bersubsidi tetap sejumlah 9,55 juta ton, namun dilakukan realokasi antar jenis pupuk agar sesuai dengan kebutuhan petani.

Baca Lainnya : Empat Tahun Terakhir, Realisasi Pupuk Subsidi Sebanyak 34,77 Ton

Pupuk Indonesia juga memastikan bahwa pada saat musim tanam Oktober 2018-Maret 2019, stok pupuk nasional selalu terjaga dan distribusinya tidak terganggu. Tercatat hingga November 2018, stok pupuk subsidi nasional di Lini III (gudang yang berlokasi di Kabupaten) dan Lini IV (kios resmi) total sebesar 1,29 juta ton.

"Jumlah tersebut dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetapkan oleh pemerintah. Jumlah berlimpah ini belum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi," kata Wijaya Laksana.

Sebelumnya, pupuk Indonesia mengimbau petani agar bergabung dengan kelompok tani. Sehingga akses untuk memperoleh pupuk subsidi bisa lebih mudah. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: