Muratara, Sekolah Gedung Pertama Bagi Suku Anak Dalam

TrubusNews
Binsar Marulitua
08 Des 2018   14:00 WIB

Komentar
Muratara, Sekolah Gedung Pertama Bagi Suku Anak Dalam

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hutan yang semakin tergerus industri tidak lagi menyediakan pangan dan sandaran hidup bagi Suku Anak Dalam (SAD). Hanya sebagian saja yang masih berjalan dari rimba ke rimba, sebagian lainnya telah memilih menetap dan mencoba peruntungan seperti sebagian manusia modern pada umumnya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan dan beberapa tempat lainnya. 

Kini, Orang Rimba tersebut tidak lagi bergumul dengan suram pengetahuan dan kemiskinan seiring berdirinya komplek pendidikan bagi Komunitas Adat Terpencil pertama di Indonesia. Komplek Pendidikan Musi Rawas Utara (Muratara) berada di Kampung Pitko, Dusun 9, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

"Rasanya tidak terlalu berlebihan, ini pertama dan satu-satunya di Indonesia, dan itu dibenarkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia,” kata Kepala Dinas Sosial Musi Rawas Utara (Muratara), Zainal Arifin di Muara Rupit. 

Baca Lainnya : Sekolah Anugerah Rayakan Hari Difabel Sedunia dengan Pemeriksaan Kesehatan

Dikatakan Zainal Arifin, ada sebanyak 216 anak SAD yang ditampung di mess serbaguna tersebut. Mereka disekolahkan secara gratis oleh pemerintah Muratara melalui Dinas Sosial di bawah bimbingan tenaga pendidik yang profesional.

Selain digratiskan sekolahnya, kata dia, anak-anak SAD itu juga diberikan perlengkapan sekolah, seperti seragam, alat tulis, maupun fasilitas kesehatan dan ekstrakulikuler sebagai penunjang pendidikan.

"Ini namanya mess serbaguna, karena di sini ada sekolah, tempat tinggal, tempat bermain, dan juga anak-anak SAD ini tidak hanya diajarkan pengetahuan umum saja melainkan diajarkan mengaji juga," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muratara, Syarif Hidayat mengaku bangga atas terwujudnya program sekolah gratis bagi anak-anak SAD di daerahnya. Dia juga mengapresiasi kinerja Dinas Sosial yang telah mewujudkan program itu.

Baca Lainnya : Halohola Wujud Pemerataan Pendidikan di Daerah oleh Kemendes PDTT

"Ini adalah program kemanusiaan, kami ingin anak-anak SAD yang sebelumnya tinggal di hutan ini mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak, sama seperti masyarakat umum lainnya," kata dia.

Syarif Hidayat mengakui mess serbaguna yang ada masih banyak kekurangannya, karena itulah tahun depan pihaknya akan menambah sarana dan prasarana lainnya, seperti ruang kelas belajar, dapur, pagar dan lapangan mess dari konblok.

"Tahun 2019 insya Allah kami tambah fasilitasnya, yang jelas saat ini anak-anak SAD sudah diasramakan, sudah mengikuti kegiatan belajar, semoga mereka menjadi anak-anak yang cerdas dan berguna bagi orang banyak," harapnya. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Cagar Biosfer Indonesia Diakui UNESCO

Peristiwa   31 Okt 2020 - 14:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian

Peristiwa   31 Okt 2020 - 11:55 WIB
Bagikan: