Dengan ProKlim, Kalimantan Utara Redam Emisi Gas Rumah Kaca Sebesar 14,19 juta ton CO2eq

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
07 Des 2018   17:00

Komentar
Dengan ProKlim, Kalimantan Utara Redam Emisi Gas Rumah Kaca Sebesar  14,19 juta ton CO2eq

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kalimantan Utara telah berhasil melakukan penurunan emisi gas rumah kaca, GRK sebesar 14,19 juta ton CO2eq (karbon dioksida ekuivalen) sampai dengan Oktober 2018. Salah satu keberhasilan tersebut, diklaim bersumber pada pelaksanaan implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim).

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengatakan, Sektor penghasil emisi GRK terbesar adalah dari sektor lahan sebesar 98,8 persen. Sementara sektor limbah sebesar 1,19 persen dan sektor energi sebesar 0,00493 persen. Total kegiatan aksi mitigasi penurunan GRK adalah 31 kegiatan aksi mitigasi.

"Program Kampung Iklim (ProKlim) yang dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kaltara pada 2 Mei 2018, Nomor 660/601/DLH/GUB, tentang Program Kampung Iklim. Program ini dilaksanakan di setiap wilayah, minimal pada tingkat kecamatan di seluruh wilayah Provinsi Kaltara,” ungkap Irianto saat memberikan pemaparan Conference of the Parties (COP) 24-Global Climate Change Action di Katowice, Polandia. 

Baca Lainnya : Masyarakat Peduli Lingkungan Gugat 7 Stakeholder Terkait Polusi Udara di Jakarta

Dijelaskan Irinto, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (7/12), ProKlim adalah program berskala nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Termasuk penurunan emisi gas rumah kaca, serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program yang telah dilakukan, juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah. 

“Program ini dilaksanakan di wilayah administratif paling rendah setingkat rukun warga atau dusun, dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa, atau wilayah yang masyarakatnya telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan,” papar Gubernur.

Baca Lainnya : California Segera Luncurkan Satelit Canggih Anti-Polusi Udara

Pada tahun ini, ditambahkan Gubernur, Pemprov Kaltara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengusulkan tiga lokasi kandidat Kampung Iklim sebagai awal diharapkan pada tahun berikutnya akan diikuti oleh banyak daerah lainnya.

Selain itu, usaha lain dalam upaya mitigasi aksi penurunan GRK yang sedang dilakukan adalah pengembangan energi baru dan terbarukan, memanfaatkan pembangkit listrik dan potensi air yang sangat melimpah. Pada tahun ini akan dibangun PLTA dengan kapasitas 6.080 Megawatt di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan dengan memanfaatkan air sungai kayan oleh investor PT. Kayan Hydro Energy (KHE).

“Kebijakan lain, Pemprov Kaltara juga melakukan tindakan dan kebijakan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk menjamin berlangsungnya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan mengurangi emisi GRK. Yaitu menjamin kelestarian lingkungan dengan tetap mengakomodir pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kaltara,” pungkas Gubernur. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: