Apa itu Fenomena Puting Beliung, Begini Kata BMKG

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Des 2018   10:30

Komentar
Apa itu Fenomena Puting Beliung, Begini Kata BMKG

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Siapa yang tak kenal dengan fenomena puting beliung. Puting beliung adalah fenomena cuaca yang terjadi secara alamiah. Angin puting beliung biasanya terjadi saat peralihan musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Angin puting beliung juga bisa terjadi ketika musim hujan saat kondisi cuaca cerah atau terik.

Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko, mengatakan, indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat yaitu pada satu hari sebelumnya, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Baca Lainnya : Empat Kelurahan di Bogor Selatan Diamuk Puting Beliung

Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 07.00 hingga 10.00.

"Dengan kurang dari 4.5 derajat Celsius disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara lebih dari 60 persen," katanya di Jakarta, Jumat (7/12).

Kemudian, mulai pukul 10.00 terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).

Baca Lainnya : 281 Rumah di Situbondo Porak Poranda Disapu Puting Beliung

"Pepohonan disekitar tempat kami berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kami berdiri," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Hary, biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat berada.

Baca Lainnya : Akankah Puting Beliung Ganas di Laut Dumai Hantam Daratan? Ini Jawaban BMKG

Jika 1-3 hari berturut–turut tidak ada hujan pada musim transisi atau pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Sedangkan sifat-sifat puting beliung atau angin kencang berdurasi singkat, sangat lokal, luasannya berkisar 5-10 kilometer, waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit, lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba), lebih sering terjadi pada siang atau sore hari terkadang menjelang malam hari, dan bergerak secara garis lurus.

"Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama nantinya," ungkap Hary. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: