800 Rumah Terdampak Puting Beliung, Walikota Bogor Instruksikan Efektivitas Tanggap Darurat

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
07 Des 2018   13:00

Komentar
800 Rumah Terdampak Puting Beliung, Walikota Bogor Instruksikan Efektivitas Tanggap Darurat

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menginstruksikan seluruh jajarannya bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga korban puting beliung yang melanda wilayah Bogor Selatan, Kamis (6/12).

"Laporan kami terima sekitar 800 rumah yang terdampak, terdiri atas 770 unit rusak di wilayah selatan dan 30 unit wilayah Timur," kata Bima (7/12).

Selain merusak ratusan rumah warga di empat kelurahan, puting beliung menyebabkan pohon tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan. Seorang pengendara bernama Enny Reno (45) warga Perumahan BNR Klaster Bukit Nirwana tewas tertimpa pohon di Jalan Lawang Gintung arah Istana Batu Tulis.

Korban tewas dalam perjalanan pulang menjemput anaknya. Korban juga merupakan pengurus Majelis Tak`lim di Cipaku.

Baca Lainnya : Hujan Deras Dua Jam, Wilayah di Bogor Tengah Longsor

"Duka cita kami untuk keluarga almarhumah. Pemkot akan memberikan santunan dan bantuan maksimal untuk keluarga korban," kata Bima.

Pascabencana puting beliung, pemerintah kota bersama TNI/Polri, BPBD dan Tagana Kota Bogor masih melakukan pendataan di lapangan, evakuasi serta pembersihan jalur transportasi di lokasi bencana.

"Saya juga sudah menginstruksikan camat hingga lurah untuk berkoordinasi dengan Dinsos dan BPBD guna penyaluran bantuan tanggap darurat sesegera mungkin," katanya.

Bima juga mengimbau warga untuk tetap waspada selama puncak musik hujan, terutama saat berkendara dapat meneduh dengan menghindari diri berteduh tidak di dekat pohon atau dekat papan reklame.

Baca Lainnya : Cuaca Buruk Ancam Warga Jogja 4 Hari Kedepan

"Perhatikan arahnya dan jangan melintas di depan arah pergerakan angin puting beliung termasuk berteduh di bangunan tua atau yang potensial roboh," katanya

Sebelumnya, cuaca di Kota Bogor cukup cerah pada pagi harinya, hingga siang panas cukup terik. Kondisi ini memicu timbulnya awan-awan konvektif penyebab hujan dan awan Kumulonimbus (Cumulonimbus) yang menandakan kemunculan hujan ekstrem.

Cuaca yang tadinya panas terik tiba-tiba mendung gelap dan petir menggelegar hingga membuat tembok dan jendela rumah bergetar. Hujan lebat diiring kilat, petir dan angin melanda wilayah Kota Bogor kurang selama satu jam. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: