Regulasi Ekspor Sawit Kembali Berubah, Pemerintah Gamang? 

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Des 2018   11:44

Komentar
Regulasi Ekspor Sawit Kembali Berubah, Pemerintah Gamang? 

Sawit, ulustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah menerbitkan peraturan baru tentang pungutan ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. 

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2018 tentang tarif layanan BPDP kelapa sawit, batasan lapisan harga yang akan dikenai pungutan berubah menjadi lebih tinggi dari yang direncanakan semula dan mulai berlaku pada tanggal 4 Desember 2018.

Harga CPO pada saat keputusan diambil, sudah berada di level US$ 420 per ton dari yang sebelumnya US$ 530 per ton. Selama harga di level US$ 400 per ton maka biaya pungutan ekspor yang diberlakukan oleh BPDP-KS dihapus sementara.

Baca Lainnya: Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Mulai Merangkak Naik

Jika harga kembali normal,  pengenaan akan kembali dilakukan namun tidak berlaku penuh atau disesuaikan dengan tingkat harga CPO. Misalnya, harga sudah US$ 500 per ton maka pungutannya untuk CPO US$ 25, turunan pertama menjadi US$ 10 per ton, turunan keduanya US$ 5 per ton.

Ketika harga CPO di atas US$ 549 per ton maka BPDP-KS kembali memperlakukan pungutan seperti pada awalnya, yaitu CPO sebesar US$ 50 per ton, untuk turunan pertama US$ 30 per ton, dan US$ 20 per ton untuk turunan kedua.

Sementara itu, pungutan ekspor juga bakal kembali seperti semula yaitu sebesar 50% jika harga CPO telah melewati batas harga US$ 619 per ton.

" Aturan baru ini merupakan revisi atas PMK 81/2018," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani. 

Baca Lainnya: Selamatkan Harga TBS, Pemerintah Diminta Turunkan Pungutan Ekspor Sawit

Sebelumnya,  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah akan membebaskan pungutan ekspor di tengah harga komoditas yang tengah melemah. Namun pungutan ekspor bakal dikenakan bervariasi sebesar US$ 25 per ton, US$ 10 per ton, dan US$ 5 per ton jika harga CPO telah mencapai US$ 500 per ton. Dalam kajian sebelumnya, pungutan tarif juga bakal kembali seperti semula jika harga CPO di pasar internasional telah mampu melewati US$ 549 per ton.

Pungutan semula terbagi berdasarkan klasifikasi yang terlampir dalam aturan, dengan rentang tarif dari US$ 20 sampai US$ per 50 per ton.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: