Pemilik Vila Penampung Satwa Dilindungi, Ternak Merak Sejak Tahun 90-an

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
05 Des 2018   20:00

Komentar
Pemilik Vila Penampung Satwa Dilindungi, Ternak Merak Sejak Tahun 90-an

Tim Gakkum LHK mengamankan 92 merak dari sebuah vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (3/12) lalu. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Senin (3/12) lalu, Tim Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (GAKKUM LHK) berhasil mengungkap kepemilikan ilegal 96 jenis satwa dilindungi dari sebuah vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. IB yang disebut sebagai pemilik satwa dilindungi itu pun langsung diperiksa petugas.

Dalam pengakuannya, IB mengaku tidak memiliki izin atas kepemilikan satwa-satwa tersebut. Menanggapi hal itu, Suheru, Staff Keuangan Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor tempat vila milik IB berdiri menceritakan, IB mengaku hanya memelihara satwa itu. Awalnya, IB hanya memelihara sepasang satwa dilindungi berupa burung merak.

Sepasang burung dilindungi yang dipelihara sejak tahun 1990 itu kemudian berkembang biak. Hasilnya, belasan tahun kemudian, ia sudah memiliki ratusan burung merak di vila miliknya itu.

Baca Lainnya : Gakkum LHK Gerebek Vila Penampungan 96 Satwa Dilindungi di Kawasan Puncak

"Saat ditanya-tanya oleh pihak KLHK, IB pun berkata bahwa sebelum memelihara burung merak, ia pernah memelihara kuda dan uncal (rusa)," jelas Suheru.

Suheru juga cerita, IB pernah datang ke Kantor Desa Kuta untuk membuat surat izin lingkungan dengan maksud mendirikan taman wisata burung di villanya.

"Kata dia kemarin, 'umur saya sudah 73 tahun dan umur sendiri tidak ada yang tau. Anak saya pun pecinta burung. Jadi ketika saya sudah tidak ada, ada yang melanjutkan wisata taman burung ini. Jadi saya ingin membuat izin taman wisata burung, dimana hal ini pun sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar'. Begitu kurang lebih kata beliau," beber Suheru.

Namun demikian, Suheru cerita, IB tak melanjutkan niatnya itu. IB sendiri sudah jarang datang ke vila miliknya yang berlokasi di Jalan Warudoyong, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Paling tidak, ia hanya datang 1 kali sebulan untuk melihat-lihat hewan-hewan peliharaannya itu. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: