Kawasan Konservasi Bentang Seblat Akan Dipasangi Koridor Gajah 

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
05 Des 2018   18:30

Komentar
Kawasan Konservasi Bentang Seblat Akan Dipasangi Koridor Gajah 

Gajah liar. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah, segera meluncurkan program pelestarian gajah Sumatera melalui penyelamatan habitat dalam koridor gajah di bentang Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

"Peluncuran akan dilaksanakan di sekitar habitat Rafflesia di Taman Wisata Alam Seblat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi di Bengkulu, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, pembentukan koridor gajah dalam format Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan salah satu upaya mengatasi ancaman terhadap gajah sumatera, yang populasinya saat ini berstatus kritis.

Baca Lainnya : Konflik Gajah dan Manusia di Kampar karena Habitatnya Sudah Rusak

Khusus di Bengkulu, kata dia, habitat yang terfragmentasi akibat pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan dikhawatirkan mempercepat kepunahan gajah. Pembentukan koridor gajah menjadi sangat penting mengingat hampir 80 persen wilayah jelajah gajah berada di luar kawasan konservasi.

Koridor yang dibangun akan menjadi penghubung antarwilayah terfragmentasi sehingga antarkelompok gajah dapat terhubung atau bertemu.

Agus menambahkan pembangunan koridor gajah di wilayah Bengkulu Utara dan Mukomuko dilaksanakan secara partisipatif dan lintas sektoral, melibatkan pemangku kawasan, warga, lembaga swadaya masyarakat dan swasta.

Baca Lainnya : Musim Hujan, Kawanan Gajah Liar di Kampar Makin Sering Masuk Desa

Sekretaris Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE koridor gajah, Ali Akbar mengatakan, pelestarian gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di wilayah Bengkulu mencakup beberapa kegiatan anggota forum, termasuk penelitian mengenai gajah yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Jurusan Biologi Universitas Bengkulu.

Seperti dilansir Antara, Ketua Yayasan Kanopi Bengkulu itu mengatakan, peluncuran KEE di sekitar habitat gajah Bengkulu Utara fokusnya lebih pada kampanye sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai upaya pelestarian gajah Sumatera.

KEE bentang alam Seblat mencakup hutan produksi Air Rami, hutan produksi terbatas Lebong Kandis, taman wisata alam Seblat dan sebagian konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan dan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: