Merusak Lahan dan Lingkungan, Alpukat Diboikot Sejumlah Restoran

TrubusNews
Ayu Setyowati | Followers 0
05 Des 2018   12:00

Komentar
Merusak Lahan dan Lingkungan, Alpukat Diboikot Sejumlah Restoran

Avocado (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jadi olesan di roti panggang, campuran salad hingga untuk dekorasi piring, alpukat begitu populer hampir di seluruh dunia. Makanan yang digadang-gadang sebagai superfood ini pun telah direkomendasikan oleh banyak chef termasuk selebritas sebagai salah satu bahan makanan yang baik untuk diet sehat.

Namun belakangan, di tengah isu lingkungan dan tanah, alpukat mungkin tak lagi akan disajikan oleh beberapa restoran di Inggris. 

Dengan alasan etis, beberapa restoran tersebut mengklaim bahwa buah yang dalam budi dayanya membutuhkan jumlah air yang intensif ini merugikan petani dan lahan di daerah seperti Amerika Selatan di mana ia tumbuh.

"Obsesi dunia Barat dengan alpukat telah menempatkan permintaan yang signifikan pada petani," tulis Wild Strawberry Cafe di halaman Instagram-nya, yang menyatakan, melayani buah tidak lagi selaras dengan etosnya.

Baca Lainnya: Lucuma, Superfood Baru Pengganti Alpukat 

"Hutan sedang ditipiskan untuk membuka jalan bagi perkebunan alpukat. Pertanian intensif dalam skala ini berkontribusi pada emisi rumah kaca dengan sifatnya sendiri serta memberi tekanan pada pasokan air setempat."

Larangan alpukat serupa telah dilakukan oleh restoran di Bristol dan London Selatan, dengan manajer memprediksi bahwa kecenderungan untuk memboikot alpukat akan segera menjadi sepopuler buah itu sendiri.

Popularitas alpukat telah meningkat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh peningkatan kesadaran akan manfaat kesehatan mereka, kata para ahli.

Termasuk Meghan Markle yang mengungkapkan di buku masaknya bahwa saus cabai hijau dan alpukat adalah resep favorit yang dia buat di rumah, sementara penyanyi Miley Cyrus membuat tato alpukat di lengannya pada tahun 2015.

Baca Lainnya: Bisa Dimakan, Biji Alpukat Mengandung Serat dan Antioksidan

Di Kenya, produsen alpukat terbesar kedua di Afrika - di belakang Afrika Selatan, ribuan petani kopi beralih ke penanaman pohon alpukat yang dikenal sebagai 'emas hijau', dengan luas sekitar 7.500 hektare lahan yang ditanami.

Di Amerika Serikat, konsumsi alpukat per kapita tahunan meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir dan dua kali lipat lagi menjadi 7,1 pound (3,2 kg) pada tahun 2016, menurut data dari Departemen Pertanian AS.

"Kami didorong untuk melihat bahwa kafe dan restoran di Inggris menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan global dari makanan yang mereka layani," kata Chris Redston, direktur eksekutif Rainforest Trust UK.

Keinginan untuk membuka jalan bagi peternakan sapi, minyak sawit dan tanaman tunggal seperti alpukat dan nanas adalah alasan utama hancurnya sekitar 70.000 hektare hutan hujan. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: